Puan Soroti Konflik AS-Israel-Iran di Rapat Paripurna DPR

Tangkapan layar Ketua DPR Puan Maharani. Foto: ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya.

Puan Soroti Konflik AS-Israel-Iran di Rapat Paripurna DPR

Fachri Audhia Hafiez • 10 March 2026 11:18

Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani menyoroti eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah saat membuka Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Puan menilai serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengabaikan prinsip kedaulatan negara serta menunjukkan kegagalan sistem keamanan global dalam menjaga perdamaian dunia.

“Konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional, tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
 


Puan menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer saat ini telah berada pada titik yang mengkhawatirkan karena mendominasi hukum internasional dan peran lembaga multilateral. Situasi ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi dunia untuk memperkuat kembali fungsi lembaga internasional dalam menjamin keadilan serta stabilitas antarnegara.

DPR menyatakan dukungan penuh terhadap segala inisiatif diplomasi agar seluruh pihak yang bertikai dapat menahan diri guna menghindari eskalasi yang lebih luas. Selain itu, parlemen mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bertindak nyata dalam melindungi masyarakat sipil dan menegakkan hukum internasional.


Ilustrasi Kompleks Parlemen. Foto: Dok. Medcom.id.

“DPR juga menegaskan pemerintah RI harus terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berkembang,” tegas Puan.

Dalam pidatonya, Puan juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam konflik tersebut. Ia berharap pemerintah Indonesia tetap konsisten menjadi mediator yang konstruktif di tengah pusaran persaingan kekuatan global yang kian memanas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)