Dolar AS Bergerak Terbatas, Masih di Sekitar Level Terendah

Dolar AS. Foto: dok MI.

Dolar AS Bergerak Terbatas, Masih di Sekitar Level Terendah

Husen Miftahudin • 7 September 2026 08:50

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak terbatas meski laporan ketenagakerjaan AS yang kuat memberikan dukungan terhadap mata uang tersebut. Kekhawatiran terhadap peningkatan utang AS dan ketidakpastian kebijakan turut membatasi penguatan dolar.

Mengutip Investing.com, Senin, 7 September 2026, indeks dolar berada di level 99,135, tidak jauh dari posisi terendah terbaru 98,558. Sementara itu, euro berada di level USD1,1614, mendekati posisi tertinggi pada Agustus sebesar USD1,1711.

Dolar AS melemah tipis terhadap yen menjadi 156,07 yen. Posisi tersebut masih berada di dekat level support utama 155,00, setelah dolar turun 2,4 persen pada pekan lalu. Penguatan yen terjadi di tengah spekulasi pasar mengenai potensi pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh Bank of Japan (BoJ).

Di pasar komoditas, harga emas relatif stabil di level USD4.426 per troy ons. Sebelumnya, harga emas mendapat dukungan di sekitar USD4.282 per troy ons pada pekan lalu.
 



(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Pasar menanti data inflasi AS


Perhatian investor kini tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini. Perkiraan median menunjukkan inflasi inti berpotensi meningkat 0,2 persen, dengan risiko kenaikan hingga 0,3 persen.

Data tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada pekan lalu mendorong pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 58 persen pada pertemuan 16 September. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober diperkirakan mencapai 70 persen.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif turut memberikan tekanan terhadap pasar saham Eropa. Kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX masing-masing turun 0,1 persen, sedangkan kontrak berjangka FTSE bergerak relatif stabil.

Di Amerika Serikat, perdagangan Wall Street diperkirakan berlangsung dengan volume rendah karena pasar sedang libur. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq tercatat sedikit melemah.

(Husen Miftahudin)