Kilau Harga Emas Dunia Mulai Mentereng

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kilau Harga Emas Dunia Mulai Mentereng

Husen Miftahudin • 11 June 2026 09:20

Chicago: Harga emas dunia naik dalam perdagangan Asia pada Kamis setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan sebelumnya.

Ini terjadi karena investor mempertimbangkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Mengutip Investing.com, Kamis, 11 Juni 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, naik 0,9 persen menjadi USD4.107,57 per troy ons, dimana sebelumnya turun hingga serendah USD4.023,96 per troy ons di awal sesi, level terlemahnya sejak akhir November.

Namun demikian, harga emas berjangka AS sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, justru mengalami penurunan 0,2 persen menjadi USD4.124,92 per troy ons di tengah ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama. Logam mulia tersebut turun lebih dari empat persen pada sesi sebelumnya.
 

Baca juga: Inflasi AS Melejit 4,2% di Mei 2026, Cetak Level Tertinggi
 

AS serang Iran


Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran semalam, meningkatkan konflik yang telah mengguncang pasar keuangan global dan mendorong harga minyak naik tajam.

Iran menanggapi dengan mengumumkan penghentian semua lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman energi global, yang menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan.

Biasanya, meningkatnya ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti emas. Namun, para pedagang semakin fokus pada implikasi inflasi dari melonjaknya harga energi dan prospek kebijakan moneter AS yang lebih ketat, sehingga membatasi daya tarik emas batangan.

Data pada Rabu menunjukkan harga konsumen AS naik 4,2 persen (yoy) pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, laju tercepat dalam tiga tahun, sebagian besar didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Fed diperkirakan bakal tahan suku bunga


Laporan inflasi memperkuat ekspektasi pasar Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dan bahkan dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter di akhir tahun ini jika tekanan harga terus berlanjut.

Kontrak berjangka suku bunga sekarang mengindikasikan meningkatnya kemungkinan setidaknya satu kenaikan suku bunga Fed sebelum akhir tahun, sebuah perubahan tajam dari ekspektasi awal tahun ini.

Tingkat suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas, sekaligus mendukung dolar AS, sehingga membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri. 

Para investor kini menantikan data harga produsen AS yang akan dirilis Kamis nanti untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan The Fed.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 1,6 persen menjadi USD64,42 per troy ons. Sementara platinum naik 1,1 persen menjadi USD1.685,60 troy ons.

(Husen Miftahudin)