Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah di Hadapan Anggota DPR

Amsal Christy Sitepu. Foto: TVR Parlemen.

Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah di Hadapan Anggota DPR

Fachri Audhia Hafiez • 30 March 2026 11:22

Jakarta: Isak tangis videografer asal Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, pecah saat memaparkan kronologi kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Di hadapan Komisi III DPR, Amsal menegaskan bahwa proyek pembuatan video profil desa yang ia kerjakan murni dilakukan demi bertahan hidup dan kecintaannya terhadap tanah kelahiran.

"Saya cuma mencari keadilan, Pak. Saya cuma pekerja ekonomi kreatif biasa, Pak. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran. Sederhananya saya hanya menjual," ujar Amsal dikutip dari akun Youtube TVR Parlemen, Senin, 30 Maret 2026.
 


Amsal menceritakan bahwa ide pembuatan video profil desa tersebut muncul pada tahun 2019 saat sektor ekonomi kreatif lumpuh akibat lockdown. Dengan modal keahlian profesional, ia menawarkan proposal senilai Rp30 juta per desa. 

Angka yang menurutnya sangat murah mengingat risiko kerja di lapangan. Termasuk kehilangan unit drone yang jatuh saat proses pengambilan gambar.

Namun, Amsal mengaku hancur ketika auditor dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menganggap nilai kreativitas dalam pekerjaannya tidak berharga. Sejumlah item dalam proposal seperti ide, editing, cutting, hingga dubbing dinilai nol rupiah oleh penyidik, yang kemudian memunculkan tuduhan penggelembungan harga (mark-up).

"Ide itu dalam proposal Rp2 juta, editing Rp1 juta, cutting Rp1 juta, dubbing Rp1 juta, semuanya dianggap nol oleh auditor maupun Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya. Kalau memang harganya kemahalan kenapa tidak ditolak saja? Tidak perlu saya dipenjarakan," ungkapnya.

Khawatir Masa Depan Industri Kreatif

Amsal menambahkan, fakta persidangan sebenarnya menunjukkan bahwa pihak kepala desa merasa puas dengan hasil pekerjaannya. Bahkan, hakim ketua dalam persidangan sempat mempertanyakan alasan penahanan Amsal karena seluruh prosedur kontrak dan pembayaran telah sesuai dengan kesepakatan awal.

Kini, Amsal khawatir kasus yang menimpanya akan menjadi preseden buruk bagi generasi muda lainnya yang ingin berkontribusi bagi negara melalui karya kreatif.


Amsal Christy Sitepu (kiri). Foto: TVR Parlemen.

"Saya hanya pekerja ekonomi kreatif yang saya takutkan jika hal ini terjadi, kami anak-anak muda pekerja ekonomi kreatif di Indonesia akan takut untuk bekerja sama dengan pemerintah," ujar Amsal.

Meski kini harus berhadapan dengan jeruji besi, Amsal menegaskan tidak akan melunturkan cintanya pada Kabupaten Karo. Ia berharap nilai-nilai keadilan substantif dapat ditegakkan agar profesi videografer dan konten kreator tidak dikriminalisasi secara semena-mena.

"Saya cinta sekali dengan Tanah Karo, Pak. Walaupun dengan kejadian ini, saya akan tetap mencintai Tanah Karo," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)