Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Wang Ying.
Wall Street Menguat, Nasdaq Raup Cuan Paling Berlimpah
Husen Miftahudin • 22 July 2026 07:51
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat, didorong oleh reli saham sektor semikonduktor serta laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi pasar. Sentimen positif tersebut mampu meredam kekhawatiran investor terhadap meningkatnya ketegangan perdagangan dan dinamika geopolitik.
Mengutip Xinhua, Rabu, 22 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 385,38 poin atau 0,74 persen ke level 52.224,64. Sementara itu, S&P 500 menguat 65,92 poin atau 0,89 persen menjadi 7.509,20, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 329,13 poin atau 1,29 persen ke posisi 25.837,21.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sembilan sektor ditutup di zona hijau. Sektor teknologi menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan penguatan 2,35 persen, disusul sektor energi yang naik 1,15 persen.
Sebaliknya, sektor barang konsumsi pokok dan jasa komunikasi menjadi dua sektor yang terkoreksi, masing-masing turun 1,01 persen dan 0,85 persen.
Saham semikonduktor jadi motor penggerak pasar
Kenaikan indeks dipimpin oleh saham-saham produsen memori dan penyimpanan data. Micron Technology melonjak lebih dari 12 persen, sedangkan Intel menguat 8,64 persen.
Saham Marvell Technology, penyedia solusi konektivitas berkecepatan tinggi, naik 6,68 persen. Sementara itu, Astera Labs, perusahaan penyedia perangkat keras pusat data, bertambah hampir 3,5 persen.
Di sisi lain, Nebius Group, penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Belanda, melesat 18,78 persen setelah Nvidia mengungkapkan kepemilikan strategis lebih dari sembilan persen di perusahaan tersebut. Langkah ini dipandang sebagai sinyal berlanjutnya ekspansi investasi institusional pada infrastruktur cloud khusus AI.
Di sisi lain, optimisme terhadap prospek sektor teknologi membuat pelaku pasar mengesampingkan kekhawatiran atas kebijakan perdagangan terbaru Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk impor asal Kanada, termasuk bahan kimia, produk susu, bir, dan barang olahraga.
Tarif tersebut direncanakan berlaku dalam 29 hari dan memunculkan kekhawatiran akan potensi meningkatnya aksi balasan dagang dari salah satu mitra dagang utama Amerika Utara.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Musim laporan keuangan perkuat optimisme investor
Musim laporan keuangan kuartal II juga menjadi penopang utama pergerakan pasar. Konglomerat industri 3M melonjak lebih dari tujuh persen setelah membukukan laba kuartal II yang jauh melampaui ekspektasi analis Wall Street. General Motors naik hampir lima persen usai mencatatkan laba di atas proyeksi pasar, sedangkan Hasbro menguat 8,81 persen.
Di sisi lain, Danaher menjadi saham dengan penurunan terdalam di indeks S&P 500 setelah merosot hampir 11 persen akibat prospek bisnis tahunan yang dinilai kurang menggembirakan.
Berdasarkan data FactSet, musim pelaporan kinerja kuartal II diawali dengan hasil yang kuat. Dari sekitar 66 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan, hampir 88 persen berhasil mencatatkan laba bersih di atas ekspektasi analis Wall Street.
Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang publikasi laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar pada akhir pekan ini, termasuk Alphabet, IBM, dan Tesla, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar berikutnya.