Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Antara.
Menaker Puji Kebijakan Internal Mobility dan Rekrutmen Baru TikTok
Fachri Audhia Hafiez • 6 July 2026 14:58
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi komitmen TikTok Group dalam menjaga dan memberdayakan tenaga kerja lokal di Indonesia. Pemerintah menilai langkah korporasi raksasa tersebut terbukti memberikan perlindungan serta jaminan keberlanjutan karier bagi para pekerjanya melalui ekosistem bisnis yang solid.
Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat melakukan pertemuan di DPR terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan PT Tokopedia. Perusahaan itu berada dalam naungan ByteDance yang merupakan induk perusahaan TikTok.
"Kita juga apresiasi bagaimana penataan yang sering disebut dengan internal mobility di dalam TikTok Group itu juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa tetap bekerja di lini perusahaan atau lini usaha dari TikTok Group," kata Yassierli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 6 Juli 2026.
Yassierli menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis TikTok Group saat ini terus menunjukkan tren positif dan ekspansif. Alih-alih melakukan pengurangan karyawan, manajemen justru membuka keran rekrutmen berskala besar yang diharapkan mampu menyerap potensi terbaik dari generasi muda di tanah air.
"Saat ini TikTok Group sedang melakukan rekrutmen pekerja sekitar 100 posisi, ini menunjukkan bahwa usaha yang sekarang sedang dilakukan ini juga terus berkembang dan kita yakin ini juga menjadi sebuah peluang bagi anak bangsa untuk bisa mengambil bekerja di posisi-posisi yang disampaikan TikTok Group tersebut," ungkap Yassierli.

President Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo. Foto: Dok. Breaking News Metro TV.
Manajemen PT Tokopedia membantah isu PHK massal yang menimpa karyawannya. Manajemen menegaskan kebijakan korporasi saat ini, murni langkah penataan struktur organisasi dan program mobilitas internal perusahaan.
"Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group," kata President Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo.
Stephanie menegaskan kondisi bisnis perusahaan saat ini tetap ekspansif dan berada dalam jalur pertumbuhan yang positif. Alih-alih melakukan pemangkasan sepihak, grup teknologi raksasa ini justru tengah agresif menyerap tenaga kerja lokal baru untuk memperkuat operasional bisnis mereka di tanah air.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," kata Stephanie.