Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal. Foto: Dok. Polda Metro Jaya.
Polri Perkuat Kamtibmas di Dunia Pendidikan
Siti Yona Hukmana • 22 April 2026 08:03
Jakarta: Polri memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. Hal ini dilakukan salah satunya dengan mengunjungi Universitas Borobudur di Jalan Raya Kalimalang No. 1, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Adapun, Polri yang berkunjung ialah Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal. Ia didampingi sejumlah pejabat Polres Metro Jakarta Timur dan diterima oleh jajaran pimpinan serta akademisi Universitas Borobudur. Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama kelembagaan, sekaligus rencana tindak lanjut melalui forum diskusi bersama yang melibatkan unsur kepolisian dan kalangan kampus.
Baca Juga :
Matel Bentrok dengan Warga di Cakung Jaktim
“Sinergi antara Polri dan institusi pendidikan sangat penting untuk membangun kolaborasi yang positif. Kampus dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran, edukasi, dan solusi terhadap berbagai dinamika sosial di masyarakat,” kata kapolres dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.
Selain memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan, Polres Metro Jakarta Timur terus menjalin kerja sama dengan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya. Keterlibatan seluruh unsur ini dinilai penting untuk memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Timur.
.jpeg)
Kunjungan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal ke Universitas Borobudur di Jalan Raya Kalimalang No. 1, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Foto: Dok. Polda Metro Jaya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam pencegahan potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran. Dalam hal ini, organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat berperan sebagai sabuk kamtibmas di lingkungannya masing-masing.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan, sebagai sabuk kamtibmas di wilayahnya masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bisa dilakukan secara bersama-sama,” ujar Alfian.
Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara kepolisian dan kalangan akademisi. Melalui forum itu, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi yang konstruktif bagi kepentingan masyarakat serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.