Matel Bentrok dengan Warga di Cakung Jaktim

Ilustrasi - Debt collector (Antarakalteng)

Matel Bentrok dengan Warga di Cakung Jaktim

Siti Yona Hukmana • 22 April 2026 07:33

Jakarta: Kelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) bentrok dengan sejumlah warga di kawasan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim). Polisi mengungkap kronologi bentrokan diawali dengan penarikan sepeda motor oleh matel.

"Awalnya ada warga, tapi bukan warga Cakung, motornya ditarik oleh matel. Mungkin yang bersangkutan kemudian menghubungi teman-temannya," kata Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 22 April 2026.

Insiden ini terjadi pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 16.25 WIB. Peristiwa sempat memicu keributan di sekitar kantor matel, namun aparat kepolisian memastikan situasi kini telah kondusif.

Namun, diduga tidak terima atas penarikan tersebut, kata Andre, pemilik kendaraan bersama sejumlah rekannya mendatangi kantor matel yang berada di wilayah hukum Polsek Cakung. Aksi tersebut memicu ketegangan hingga berujung bentrokan singkat.

"Karena mungkin kesal, mereka datang ke kantor matel itu. Kebetulan kantornya ada di wilayah kami," ujar Andre.

Keributan berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit. Meski sempat terjadi aksi saling serang, namun tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Tidak ada korban, aman. Kejadiannya juga sebentar, sekitar lima sampai sepuluh menit saja," ungkap Andre.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan menghalau massa dan mengamankan situasi agar tidak berkembang lebih luas. Polsek Cakung langsung mengerahkan seluruh personel melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) agar situasi tidak semakin meluas.

"Seluruhnya (anggota polsek), PLB (Panggilan Luar Biasa) semua, kita suruh merapat sana semua biar tidak ada korban kan," kata Andre.

Selain itu, pihak kepolisian mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat guna meredam ketegangan. "Kami langsung menghalau dan mengamankan supaya tidak ada korban. Setelah itu warga dikumpulkan, dan situasi bisa dikendalikan," katanya.

Ilustrasi Polri. Dok. Medcom.id

Dia menyebutkan, para pelaku keributan bukan warga setempat. Sehingga setelah situasi mereda, massa perlahan membubarkan diri.

Terkait penarikan kendaraan yang menjadi pemicu kejadian, pihak kepolisian belum mengetahui lokasi pasti penarikan tersebut. Namun, karena kantor matel berada di wilayah Cakung, aparat fokus melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Saat ini, anggota kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan lanjutan. Sementara itu, pihak kantor matel dikabarkan berencana membuat laporan resmi ke Polres terkait kejadian tersebut.

"Kondisi sekarang sudah aman, anggota masih siaga. Insya Allah sudah kondusif," ucap Andre.

Peristiwa tersebut viral di media sosial Instagram @warungjurnalis. Dalam video memperlihatkan sejumlah polisi diduga berusaha menghalau massa agar tidak saling serang. Terlihat polisi membawa pelontar gas air mata sambil meminta massa mundur dan menjauhi lokasi kejadian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)