Kasus Anak Tewas di Sukabumi, Ini Faktor Penyebab Filisida dalam Keluarga

Ilustrasi kekerasan. Foto: Freepik.com.

Kasus Anak Tewas di Sukabumi, Ini Faktor Penyebab Filisida dalam Keluarga

Fachri Audhia Hafiez • 23 February 2026 10:49

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membedah fenomena filisida atau tindakan orang tua yang menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Berdasarkan kajian, ditemukan sejumlah faktor krusial yang memicu terjadinya kekerasan fatal tersebut, mulai dari tekanan ekonomi hingga kompleksitas adaptasi dalam keluarga broken home atau keluarga tiri.

"Ada beberapa faktor penyebab filisida atau pembunuhan yang terjadi di keluarga itu yang dilakukan oleh orang tua, salah satunya adalah karena faktor ekonomi. Kemudian yang kedua adalah faktor emosional," ujar Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin, 23 Februari 2026.
 



Diyah menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus yang melibatkan ibu tiri sebagai pelaku motif kecemburuan sering kali menjadi pemicu utama. Selain itu, kurangnya dukungan sosial bagi orang tua dalam menghadapi tekanan hidup turut memperburuk situasi di dalam rumah tangga.

"Ini yang agak aneh lagi adalah faktor kecemburuan, itu juga ada. Nah di beberapa kasus yang pelakunya adalah ibu tiri, seperti di Pontianak, kemudian di Jawa Barat dan lain sebagainya beberapa waktu yang lalu, itu ada kaitannya dengan motif kecemburuan. Kemudian yang keempat adalah kurangnya dukungan sosial," jelas Diyah.

KPAI juga menyoroti kerentanan pada keluarga yang terbentuk dari pernikahan kedua. Menurut Diyah, proses adaptasi bagi pasangan yang masing-masing membawa anak memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, sehingga risiko terjadinya gesekan fisik terhadap anak tiri menjadi sangat besar.

"Kondisi suami istri yang mereka sudah pernah menikah, baik ibu tiri atau ayah tiri, itu kan memang sesuatu kondisi yang adaptasinya jauh lebih susah. Apalagi masing-masing membawa anak. Dan ini memang datanya banyak. Banyak baik ayah tiri ataupun ibu tiri yang akhirnya melakukan kekerasan kepada anak tiri, itu banyak. Dan memang paling banyak adalah maternal (pelakunya ibu)," ucap Diyah.


Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini. Foto: Program Selamat Pagi Indonesia Metro TV.

Seorang anak laki-laki berinisial NS, 12, di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya. Dugaan sementara, penganiayaan dilakukan oleh ibu tirinya.

Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat mendapat penanganan medis di ruang instalasi gawat darurat RSUD Jampang Kulon. 

Pada tubuh korban ditemukan luka bakar di beberapa bagian yang diduga akibat siraman air panas. Korban meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

"Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya," ujar ayah korban, Anwar Satibi, di Sukabumi, Sabtu, 21 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)