Ilustrasi, emas batangan. Foto: bullionvault.com
Harga Emas Berpeluang Rebound Hari Ini, Begini Proyeksinya
Husen Miftahudin • 9 June 2026 10:50
Jakarta: Harga emas dunia berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, setelah mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa sesi sebelumnya.
Meski tren utama masih cenderung bearish, sejumlah indikator teknikal menunjukkan adanya peluang rebound atau koreksi naik dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuka ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup agresif. Saat ini, harga emas dinilai sedang membentuk secondary trend bullish atau fase koreksi naik di tengah tren turun yang masih mendominasi pasar secara keseluruhan.
"Tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah membawa harga emas ke area yang dinilai cukup menarik bagi sebagian pelaku pasar untuk kembali melakukan pembelian. Kondisi tersebut mendorong munculnya minat beli baru yang berpotensi menopang pergerakan harga dalam jangka pendek," ungkap Geraldo dalam analisis harian, Selasa, 9 Juni 2026.
Secara teknikal, peluang kenaikan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat. Jika level tersebut tetap terjaga, maka harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance pertama di level USD4.353. Apabila momentum beli terus meningkat, target kenaikan berikutnya berada di area USD4.381 yang menjadi resistance selanjutnya.
Selain pergerakan harga, sinyal positif juga terlihat dari indikator stochastic. Saat ini indikator tersebut masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Kenaikan stochastic menunjukkan momentum beli masih cukup kuat dan pelaku pasar mulai kembali menunjukkan minat terhadap emas setelah tekanan jual sebelumnya mereda.
Keselarasan antara arah indikator stochastic dan pergerakan harga menjadi salah satu faktor yang mendukung potensi penguatan dalam jangka pendek. Selama indikator tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, peluang kenaikan harga masih dinilai cukup besar.
Meski demikian, analis mengingatkan penguatan yang terjadi saat ini masih berada dalam kategori koreksi atau rebound. Dengan kata lain, pasar masih perlu melihat apakah harga mampu menembus area resistance penting untuk mengonfirmasi perubahan tren yang lebih kuat.
"Jika gagal menembus resistance, bukan tidak mungkin tekanan jual kembali muncul dan membawa harga bergerak turun," tutur Geraldo.
| Baca juga: Harga Emas Dunia Lesu, Ini Pemicunya |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Tren beli di harga rendah topang kenaikan harga emas
Dari sisi fundamental, peluang rebound harga emas juga mendapat dukungan dari perubahan sentimen pasar setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, sebagian investor biasanya memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk melakukan akumulasi atau strategi buy on weakness.
Strategi tersebut cukup umum dilakukan ketika pasar menilai penurunan harga sudah terlalu dalam dan terdapat peluang pemulihan dalam jangka pendek. Akibatnya, permintaan terhadap emas meningkat dan membantu mendorong harga bergerak naik.
Selain itu, pergerakan dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield juga menjadi faktor yang patut diperhatikan. Jika dolar AS mulai melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking setelah penguatan sebelumnya, maka harga emas berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.
"Hal yang sama juga berlaku pada pergerakan yield obligasi AS. Ketika yield mengalami penurunan sementara, daya tarik emas sebagai aset investasi biasanya meningkat karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya," urai Geraldo.
Di sisi lain, lanjut Geraldo, munculnya ketidakpastian baru terkait kondisi ekonomi global maupun perkembangan geopolitik juga dapat meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven. Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, emas sering menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset mereka dari gejolak pasar.
Kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek jangka pendek emas terlihat lebih konstruktif dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Meski tren utama masih belum sepenuhnya berubah, peluang pemulihan harga dalam jangka pendek saat ini cukup terbuka.
Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures menilai harga emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan koreksi naik selama mampu bertahan di atas area support yang ada. Target penguatan terdekat berada di level USD4.353 dan USD4.381.
"Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan dolar AS, pergerakan yield obligasi, serta sentimen global yang dapat memengaruhi arah harga emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," ucap Geraldo mengingatkan.