Harga Emas Dunia Lesu, Ini Pemicunya

Ilustrasi emas batangan. Foto: dok Mind ID.

Harga Emas Dunia Lesu, Ini Pemicunya

Husen Miftahudin • 9 June 2026 09:23

Chicago: Harga emas dunia lesu pada perdagangan Senin waktu setempat, meskipun dolar sedikit melemah dan harga minyak memangkas kenaikan setelah Iran dan Israel menghentikan serangan satu sama lain.
 
Para pelaku pasar logam mulia juga tetap berhati-hati menjelang data inflasi penting yang akan dirilis akhir pekan ini. Data ini berpotensi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 9 Juni 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, sedikit lebih rendah di level USD4.327,96 per troy ons (satuan ukuran logam mulia global yang setara dengan 31,10 gram).
 
Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,3 persen menjadi USD4.351,50 troy ons.
 

Baca juga: Meski Terus Tertekan, Harga Emas Bakal Mentereng hingga Tembus USD5.500


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Data pekerjaan AS sempat topang harga emas

 
Logam mulia berwarna kuning ini pulih dari penurunan mingguan, setelah laporan pekerjaan AS periode Mei yang luar biasa pada Jumat, sehingga memperkuat spekulasi Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini.
 
Pertumbuhan total lapangan kerja non-pertanian bulan lalu melampaui ekspektasi dan, menyusul indikator positif lainnya di pasar tenaga kerja pada awal pekan, menunjukkan bagian pencapaian lapangan kerja maksimal dari mandat ganda Federal Reserve terkendali dan sisi inflasi jelas merupakan kekhawatiran yang lebih besar.
 
Para pedagang akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang dampak inflasi dari melonjaknya harga minyak terhadap warga Amerika minggu ini dalam bentuk laporan indeks harga konsumen AS dan indeks harga produsen yang akan dirilis pada Rabu dan Kamis.
 
Jika data yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed bisa meningkat lagi. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi umumnya cenderung melemahkan harga emas.

(Husen Miftahudin)