Perdagangan saham di Bursa Efek Frankfurt. Foto: Xinhua/Lu Yang.
Saham Eropa Mulai Bangkit Lagi, STOXX 600 Naik 0,9%
Husen Miftahudin • 18 September 2026 09:20
Frankfurt: Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan terjadi di tengah sentimen positif pasar global setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga serta munculnya perkembangan diplomatik terkait konflik di Timur Tengah.
Mengutip Investing.com, Jumat, 18 September 2026, indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,9 persen. Penguatan tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua bulan dan melanjutkan kenaikan pada sesi sebelumnya.
Pelaku pasar mencermati sikap Ketua The Fed Kevin Warsh dalam merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi.
Sementara, indeks DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris juga menguat. Ketiga indeks tersebut masing-masing naik dalam kisaran 0,6-1,2 persen.
Pasar mencerna kenaikan suku bunga Fed
Kenaikan suku bunga The Fed tidak langsung memicu pelemahan pasar saham Eropa. Pelaku pasar menilai keputusan tersebut sebagai sinyal komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga.
Sentimen pasar turut mendapat dorongan dari perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme mengenai perkembangan konflik Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Trump mengatakan berharap konflik tersebut segera berakhir dan menyebut Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian.
Axios melaporkan Trump diperkirakan menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara Teluk di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendatang.
Perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank of England (BoE). Komite Kebijakan Moneter (MPC) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen melalui pemungutan suara 6-3.
Para pembuat kebijakan mencermati pelemahan pasar tenaga kerja serta tingginya tingkat suku bunga pasar yang turut memengaruhi kondisi keuangan Inggris.
BoE juga memperkirakan inflasi harga konsumen dapat melampaui 4 persen pada awal tahun depan. Proyeksi tersebut meningkat tajam dari perkiraan sebelumnya yang menempatkan puncak inflasi di level 3,2 persen.
Kenaikan proyeksi tersebut terjadi di tengah gangguan yang masih berlangsung di Timur Tengah dan dampaknya terhadap jalur transportasi serta pasokan energi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Pasar bersiap hadapi kebijakan bank sentral global
Setelah The Fed dan Bank Sentral Eropa mengambil langkah menaikkan suku bunga, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Bank of Japan (BoJ). BoJ secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen pada Jumat.
Perkembangan tersebut membuat investor ekuitas perlu mencermati tingkat imbal hasil bebas risiko yang lebih tinggi sekaligus mempertimbangkan aktivitas ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan.
Di Eropa, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah tetap menjadi salah satu tantangan bagi aset berisiko. Namun, saham Eropa masih memperoleh dukungan seiring sikap bank sentral yang berupaya mencegah tekanan dari sisi pasokan mengakar dalam ekspektasi inflasi jangka panjang.