Saham Eropa Merosot, STOXX 600 Sentuh Level Terendah dalam 3 Bulan

Ilustrasi. Foto: Businesspost.ng

Saham Eropa Merosot, STOXX 600 Sentuh Level Terendah dalam 3 Bulan

Husen Miftahudin • 16 September 2026 08:33

Frankfurt: Bursa saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Penurunan membawa sejumlah indeks utama ke level terendah dalam beberapa bulan, di tengah perhatian investor terhadap meluasnya konflik Timur Tengah, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah, serta perkembangan industri kecerdasan buatan (AI).
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 16 September 2026, indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,3 persen ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Indeks DAX Jerman melemah 0,1 persen setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan.
 
Indeks CAC 40 Prancis turun 0,2 persen dan berada di level terendah dalam hampir empat bulan. Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,4 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan.
 
Kenaikan harga energi menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar Eropa. Biaya energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan biaya input dan menekan margin keuntungan perusahaan.
 
Harga minyak mentah Brent berjangka sempat melonjak 1,2 persen pada Selasa hingga menembus USD113 per barel. Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.
 
Arab Saudi menyalahkan unsur yang didukung Iran di Irak atas serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat negara tersebut. Pejabat Saudi memperingatkan gangguan tersebut berpotensi memengaruhi hingga empat persen pasokan minyak global.
 
Kelompok Houthi dari Yaman juga melancarkan serangan baru ke wilayah Arab Saudi dan jalur pelayaran di Laut Merah pada Senin. Perkembangan tersebut turut meningkatkan perhatian pasar terhadap prospek pembukaan kembali Selat Hormuz setelah perundingan perdamaian regional di Oman ditunda.
 



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Pasar menanti keputusan The Fed

 
Di tengah meningkatnya risiko geopolitik, pasar obligasi dan saham global bergerak defensif menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve selama dua hari yang dimulai pada Selasa.
 
Pasar keuangan memperkirakan peluang sekitar 90 persen bagi Federal Open Market Committee (FOMC) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu.
 
Kenaikan tersebut akan menjadi peningkatan suku bunga pertama The Fed sejak pertengahan 2023. Sebelumnya, Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga seperempat poin menjadi 2,50 persen pada pekan lalu.
 
Dengan inflasi global yang masih tinggi, imbal hasil obligasi juga bertahan di level tinggi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,98 persen setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 2007.
 
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman atau Bund tenor 10 tahun berada di sekitar 3,51 persen. Morgan Stanley memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperhatikan dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi inti dan berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada Desember.
 
Pasar saat ini memperkirakan sedikitnya dua kenaikan suku bunga tambahan hingga Februari 2027.

(Husen Miftahudin)