Polisi bakal Konfrontasi Satpam dan Pemilik Alphard Cekcok di Kawasan HI

Toyota Alphard menerobos lampu penyeberangan hingga berujung cekcok dengan petugas keamanan di kawasan bundaran HI. Foto: @jabodetabek24info.

Polisi bakal Konfrontasi Satpam dan Pemilik Alphard Cekcok di Kawasan HI

Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 17:26

Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bakal meminta klarifikasi pemilik mobil Toyota Alphard yang viral akibat menerobos lampu penyeberangan jalan di kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Mobil tersebut juga diduga menggunakan pelat nomor palsu.

"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard, kemudian panggilan klarifikasi kepada security yang terlibat cekcok dengan sopir. Pemanggilan dilakukan pada hari Jumat, 24 Juli 2026, dan Senin, 27 Juli 2026," kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
 


Usai pemeriksaan awal secara terpisah, kedua belah pihak akan dipertemukan. Hal ini guna menjalani proses konfrontasi di kantor Subdit Gakkum.

"Proses pendalaman akan mencakup seluruh aspek peristiwa, mulai dari kronologi kejadian, keabsahan dokumen serta pelat nomor kendaraan, hingga penentuan pasal-pasal pelanggaran lalu lintas maupun pidana yang dapat disangkakan," ujar Ojo.

Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk bertindak netral dan transparan sebagai penengah dalam menangani perkara ini. Ojo memastikan pihaknya tak memihak salah satu pihak.


Toyota Alphard menerobos lampu penyeberangan hingga berujung cekcok dengan petugas keamanan di kawasan bundaran HI. Foto: @jabodetabek24info.

"Jangan sampai polisi terkesan berat sebelah. Pengemudi Alphard ketika ada pelanggaran harus mendapat sanksi. Begitu pula security, kalau memang ada pelanggaran, dia pun harus mendapat sanksi, minimal teguran," tegas Ojo.

Sebelumnya, beredar video viral di media sosial Instagram @jakpus24jam.id yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu penyeberangan. Aksi itu berujung cekcok dengan petugas keamanan di lokasi kejadian.

(Fachri Audhia Hafiez)