Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Foto: Metro TV/Kautsar.
Respons Bahlil soal Dugaan Rasuah yang Libatkan Fahd Arafiq
Kautsar Widya Prabowo • 17 September 2026 20:20
Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia merespon operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu kadernya, Fahd El Fouz Arafiq (Fahd Arafiq). Bahlil menilai hal itu merupakan sebuah musibah bagi Golkar.
"Jadi gini, yang pertama kalau teman-teman menganggap tentang Golkar ya, ada kadernya, kami menganggap ini sebuah musibah. Dan kami merasa ya terpukul," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.
Bahlil menyampaikan Golkar memiliki banyak kader. Menurut dia, DPP tidak bisa mengontrol setiap tindakan individu.
Baca Juga :
Usai KPK OTT Kementerian ATR/BPN, Kemana Nusron?
Selain itu, Bahlil menyampaikan Golkar menghargai proses hukum yang berlaku. "Kita menjunjung tinggi dan biarkanlah semua proses hukum itu kita hargai dengan baik ya," ujar Bahlil.
Ketua DPP Partai Golkar Fahd Arafiq bersama mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto ikut terjaring OTT KPK di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Fahd diamankan karena keterangannya dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal dalam proses penyelidikan.

Fahd El Fouz Arafiq. Foto: ANTARA/Rosa Panggabean.
“Ya, artinya pihak-pihak yang diamankan tersebut keterangannya dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal dalam tahapan kegiatan penyelidikan ini,” kata Budi.
Menurut Budi, keterangan Fahd dapat membantu KPK menyusun kronologi dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.
Selain Fadh dan Arif, KPK menjaring belasan orang diduga terlibat dalam praktik rasuah ini. Di antaranya Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantah Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi.