Ilustrasi mata uang rupiah. Foto: dok BTN.
Rupiah Turun 0,36% Usai Data PPI AS Naik
Ade Hapsari Lestarini • 11 September 2026 17:18
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 64 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.611 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.611 per USD dari sebelumnya Rp17.536 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pergerakan rupiah tertekan akibat kenaikan data Producer Price Index (PPI) AS.
"Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS (meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy) yang dirilis Kamis, 10 September 2026," kata dia, dilansir Antara, Jumat, 11 September 2026.
Kenaikan PPI menjadi 5,4 persen secara tahunan disebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada risiko inflasi dan prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang turut mendorong kenaikan yield obligasi AS dan menjaga permintaan terhadap dolar.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Jelang Akhir Pekan, Rupiah di Level Rp17.609/USD
Sentimen harga minyak dunia
Tekanan eksternal juga diperkuat oleh harga minyak yang tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik.
Sementara itu, melihat sentimen domestik, data penjualan ritel yang dirilis Kamis, 10 September 2026 menunjukkan perbaikan aktivitas konsumsi, sehingga menjadi salah satu faktor yang membantu membatasi pelemahan rupiah.
"Untuk perdagangan selanjutnya, fokus pasar akan bergeser pada CPI (Consumer Price Index) AS yang dirilis Jumat malam, 11 September 2026. Hasil inflasi tersebut akan menjadi penentu apakah penguatan dolar dan kenaikan yield AS berlanjut menjelang keputusan The Fed pekan depan,” ungkap Amru.
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, lanjut dia, rupiah berpotensi kembali tertekan, sedangkan hasil yang lebih rendah dapat membuka ruang pemulihan. Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak cukup volatil dalam kisaran Rp17.500-Rp17.650 per USD.