Berawal dari PHK, Kukis BrowMo Bawa DVS Food Raih Investasi Rp60 Juta di JJN Season 5

Founder BrowMo, dok: Metro TV

Berawal dari PHK, Kukis BrowMo Bawa DVS Food Raih Investasi Rp60 Juta di JJN Season 5

Putri Purnama Sari • 20 July 2026 14:07

Jakarta: Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2005, Dian Veronika berhasil bangkit dan membangun usaha kuliner bernama DVS Food. Lewat produk andalannya, Kukis BrowMo, ia mengolah tepung mocaf menjadi kue kering dengan berbagai varian rasa yang kini dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Bogor, Lampung, hingga Palembang.

Dalam ajang Juragan Jaman Now Season 5, Dian bersama rekannya, Darryl, memaparkan perjalanan bisnis DVS Food sekaligus rencana pengembangan usaha melalui investasi.

Kukis BrowMo Hadir dengan Beragam Varian

Dian menjelaskan, Kukis BrowMo pertama kali hadir dengan varian Dark Choco sebelum akhirnya berkembang menjadi beberapa pilihan rasa lainnya.

"Saya menciptakan Kukis BrowMo dengan varian yang pertama yaitu Dark Choco, lalu diikuti varian berikutnya Greentea Almond dan Jahe Gula Aren," ujar Dian dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5 Metro TV, yang dikutip Senin, 20 Juli 2026.

Selain tiga varian tersebut, DVS Food juga menghadirkan rasa Jahe Merah dan Keju untuk menjangkau lebih banyak selera konsumen. Menurut Dian, penggunaan tepung mocaf menjadi salah satu nilai lebih produknya karena berasal dari bahan baku lokal.

"Bahan bakunya lebih mudah didapat dibandingkan tepung lainnya yang juga bebas gluten. Karena terbuat dari singkong jadi petani Indonesia lebih banyak," katanya.

Permintaan Naik, Produksi Belum Mampu Mengimbangi

Dalam presentasinya, Darryl mengungkapkan bahwa permintaan Kukis BrowMo meningkat cukup pesat sepanjang 2025.

"Tahun 2025, Kukis BrowMo hanya memiliki kapasitas produksi sebesar 40 sampai 50 pcs per hari. Lalu sekarang karena permintaan toko meningkat menjadi 80 pcs per hari," kata Darryl.

Namun, peningkatan permintaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan fasilitas produksi.

"Karena kapasitas produksi kita tidak memadai, maka kita jadi sering terlambat dalam pengiriman produk dan bahkan ada beberapa toko yang tidak terisi oleh produk kami," lanjutnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DVS Food berencana membeli oven, meja kerja, rak, dan troli produksi. Sebagian dana juga akan digunakan untuk memperkuat branding Kukis BrowMo. Melalui ajang tersebut, DVS Food membuka peluang investasi sebesar Rp25 juta dengan imbal hasil (return) sebesar 20 persen.

Panelis Nilai Margin Masih Besar

Saat sesi diskusi, panelis Rex Marindo menanyakan harga jual serta biaya produksi Kukis BrowMo. Dian menjelaskan bahwa produk dalam kemasan toples dipasarkan ke Michelle Bakery dengan harga sekitar Rp30.750 per toples. Sementara itu, Darryl menyebutkan biaya produksi (HPP) berada di kisaran Rp10.000 untuk kemasan toples dan Rp6.000 untuk kemasan pouch.

Melihat perhitungan tersebut, Rex menilai DVS Food masih memiliki ruang keuntungan yang cukup besar.

"Mungkin saya sedikit kasih solusi, kalau ada permintaan besar seperti itu sebetulnya masih bisa di-outsource kembali kerja sama dengan pemain yang lebih besar. Jadi jangan membatasi diri untuk berkembang karena kekurangan capex saat ini," saran Rex.

Kemasan Dinilai Perlu Menonjolkan Keunggulan Produk


Dok: MetroTV

Panelis Dian Onno juga memberikan masukan mengenai desain kemasan Kukis BrowMo. Menurutnya, keunggulan produk berbahan tepung mocaf yang bebas gluten belum terlihat jelas pada bagian depan kemasan sehingga berpotensi kurang menarik perhatian konsumen yang mencari produk bebas gluten.

Menanggapi hal tersebut, Dian menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Jadi ini mengacu kepada peraturan dari Dinas Kesehatan bahwa kami tidak boleh mencantumkan kata sehat pada produk ataupun kata gluten free. Jadi saya mensiasatinya dengan menuliskan gluten free pada bahan baku di belakang komposisi," jelas Dian.

Ke depan, DVS Food menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 100 toples per hari agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Untuk distribusi, seluruh produk dikirim melalui satu pintu menuju pabrik mitra yang berada di Kota Bogor sebelum dipasarkan ke berbagai wilayah.

Dapat Pujian dari Para Juragan

Presentasi Dian Veronika mendapat apresiasi dari para panelis. Irwan Mussry mengaku terkesan dengan cara Dian menjawab setiap pertanyaan secara tenang dan menunjukkan pemahaman yang matang terhadap bisnisnya.

"Saya sangat terkesan dengan cara Ibu menjawab, the way you think sebelum menjawab. Itu sepertinya Ibu sudah secara tidak langsung melihat ini bisnis dari atas dari bird's eye view. Cost factor-nya, financial planning-nya dan sebagainya. Saya sangat terkesan," ujar Irwan.

Senada dengan itu, mentor Tom MC Ifle menilai DVS Food memiliki fondasi bisnis yang kuat karena dikelola secara serius.

"Bisnis ini dikelola dengan serius, berkualitas, dan ditunjukkan bahwa Ibu Dian memang mempelajari dalam sekali tentang bisnisnya sehingga semua pertanyaan bisa dijawab dengan baik dan dengan tegas," kata Tom MC Ifle.

Dengan inovasi berbahan baku lokal, permintaan pasar yang terus meningkat, serta rencana ekspansi kapasitas produksi, DVS Food menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Dapat Investasi Rp60 Juta

Di akhir acara, DVS Food berhasil menarik minat para panelis untuk berinvestasi. Awalnya, Dian Veronika menawarkan investasi sebesar Rp25 juta dengan imbal hasil 20 persen saham. Namun, Reino Barack mengajukan negosiasi agar tiga juragan bisa ikut berinvestasi secara bersamaan.

"Kalau misalnya kita bertiga masuk, bagaimana kalau masing-masing pegang 16 persen? Jadi totalnya 48 persen, Ibu masih pegang 52 persen," lanjutnya.

Skema tersebut disepakati oleh Dian Veronika. Dengan demikian, tiga investor masing-masing memperoleh 16 persen saham, sehingga total kepemilikan investor menjadi 48 persen, sementara Dian sebagai pemilik usaha tetap menguasai 52 persen saham.

Melalui kesepakatan tersebut, DVS Food berhasil memperoleh investasi senilai Rp60 juta untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, pembelian peralatan, serta penguatan branding Kukis BrowMo.

(Putri Purnama Sari)