Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Foto: Istimewa.
Habiburokhman Sebut Pengungkapan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Terbaik dalam Sejarah
Anggi Tondi Martaon • 21 August 2026 16:29
Jakarta: Komisi III DPR mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, dan Polda Kepulauan Riau yang berhasil menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu. Pengungkapan tersebut diapresiasi.
"Ini salah satu yang terbaik dalam sejarah," kata Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dikutip dari Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu menegaskan, Komisi III DPR terus memantau kinerja para mitra kerja dalam pemberantasan narkoba. Sebab, hal itu merupakan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Habiburokhman meminta agar kolaborasi antar institusi ditingkatkan dalam pemberantassan narkoba. Sehingga, pengungkapan kasus tersebut bisa ditingkatkan dalam menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba.
"Saya berharap dengan join operation seperti ini terus ditingkatkan, kami yakin semakin banyak warga negara yang diselamatkan dari narkoba," ujar Habiburokhman.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Roy Hardi Siahaan (tengah) bersama tim gabungan Bea Cukai dan Polda Kepri ungkap kasus kapal berbendera asing yang membawa muatan narkotika dan rokok tanpa pita cukai di Pangkalan Bea Cukai Karimun, Kepri. Foto: Antara.
Sebelumnya, BNN bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan upaya penyelundupan 2,6 ton sabu cair. Barang haram itu diangkut menggunakan kapal berbendera Tanzania di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau.
"BNN RI kemudian membentuk operasi gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri. Kami melakukan intercept 17 Agustus sekitar pukul 18.15 WIB, kemudian kapal tersebut ditarik untuk diperiksa," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Roy Hardi Siahaan dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, dilansir Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.