Gilas Euro hingga Yen, Dolar AS Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak Juni

Dolar AS. Foto: Marketplace.org

Gilas Euro hingga Yen, Dolar AS Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak Juni

Husen Miftahudin • 1 October 2026 09:02

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak Juni 2026 pada perdagangan Rabu waktu setempat. Penguatan dolar didukung kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve (The Fed) dalam lebih dari tiga tahun serta penurunan tajam di pasar obligasi pemerintah AS.
 
Permintaan terhadap aset aman di tengah kenaikan harga minyak akibat meluasnya konflik di Timur Tengah turut menopang dolar AS.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 1 Oktober 2026, indeks dolar AS yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama naik 0,08 persen menjadi 101,451.
 
Pada penutupan perdagangan di New York, euro melemah menjadi USD1,1332 dari USD1,1341 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, poundsterling Inggris menguat menjadi USD1,3262 dari USD1,3229.
 
Dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang menjadi 157,34 yen dari 157,22 yen pada sesi sebelumnya. Terhadap franc Swiss, dolar AS naik menjadi 0,8354 franc dari 0,8336 franc.
 
Dolar AS turut menguat terhadap dolar Kanada menjadi 1,4229 dari 1,4178. Sementara terhadap krona Swedia, dolar AS naik menjadi 10,0103 dari 9,9892.
 

 

Data ekonomi sempat tekan dolar AS

 
Indeks dolar AS sempat melemah pada awal perdagangan setelah sejumlah data ekonomi mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.
 
Data inflasi menjadi perhatian utama pasar. Berdasarkan laporan Biro Analisis Ekonomi AS (BEA), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) utama naik 0,3 persen secara bulanan pada Agustus dan 3,4 persen secara tahunan.
 
Pada Juli, PCE tercatat tumbuh 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan Agustus juga berada di bawah perkiraan masing-masing sebesar 0,4 persen dan 3,7 persen.
 
Untuk PCE inti yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi, pertumbuhan mencapai 0,2 persen secara bulanan dan tiga persen secara tahunan pada Agustus.
 
Angka tersebut dibandingkan dengan pertumbuhan 0,1 persen secara bulanan dan tiga persen secara tahunan pada Juli. PCE inti juga berada di bawah konsensus pasar sebesar 0,3 persen secara bulanan dan 3,3 persen secara tahunan.
 
Di sisi lain, BEA merevisi naik estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS kuartal II menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Revisi tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi ekonom yang berada di level 1,5 persen.
 
Data ketenagakerjaan swasta juga menunjukkan perbaikan. Laporan bulanan ADP mencatat perusahaan swasta menambah 90 ribu pekerjaan pada September.
 
Angka tersebut menjadi peningkatan pertama sejak Mei. Sebagai perbandingan, perusahaan swasta hanya menambah 36 ribu pekerjaan pada Agustus.


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Imbal hasil obligasi AS melonjak

 
Rangkaian data ekonomi tersebut muncul ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
 
Kenaikan imbal hasil tersebut turut meningkatkan biaya pinjaman dan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak, kebutuhan pembiayaan perusahaan untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sinyal kebijakan The Fed, serta peningkatan utang fiskal AS.
 
Awal September, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan memberikan sinyal kemungkinan pengetatan kebijakan lanjutan.
 
Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober sempat meningkat setelah keputusan tersebut. Namun, sentimen berubah setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga kembali.
 
Data ekonomi terbaru semakin menekan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan depan turun menjadi sekitar 37 persen dari hampir 51 persen pada hari sebelumnya.

(Husen Miftahudin)