Harga Emas Berpotensi Tertekan, Simak Prediksinya Hari Ini

Emas batangan. Foto: dok MIND ID.

Harga Emas Berpotensi Tertekan, Simak Prediksinya Hari Ini

Husen Miftahudin • 7 September 2026 10:13

Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, emas pada time frame harian berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support USD4.365-USD4.331.

Proyeksi tersebut didasarkan pada kegagalan harga menembus resistance USD4.440 serta terbentuknya pola ABC Correction. Pola tersebut mengindikasikan masih terbukanya ruang koreksi dalam jangka pendek.

Geraldo menilai kegagalan XAU/USD menembus level USD4.440 menjadi salah satu sinyal penting bagi pelaku pasar. Resistance tersebut menjadi penghalang bagi emas untuk melanjutkan tren penguatan.

"Ketika harga kembali tertahan di bawah resistance, tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong XAU/USD menuju area support berikutnya," ungkap Geraldo dalam analisis hariannya.

Menurut dia, pola ABC Correction yang terbentuk turut memperkuat peluang pelemahan jangka pendek. Kondisi tersebut menunjukkan harga masih berada dalam fase koreksi setelah pergerakan sebelumnya.

Jika tekanan jual berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji support USD4.365 terlebih dahulu. Apabila level tersebut gagal menahan penurunan, harga berpeluang bergerak menuju USD4.331.

Sebaliknya, kemampuan harga bertahan di zona support tersebut dapat membuka peluang rebound. Namun, selama XAU/USD belum mampu menembus kembali resistance USD4.440, skenario koreksi masih perlu diwaspadai.
 

 

Harga minyak jadi perhatian


Dari sisi fundamental, harga emas pagi ini berada di sekitar USD4.410 per troy ons dan menghadapi sejumlah sentimen yang bergerak berlawanan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta gangguan di kawasan Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi apabila harga energi yang lebih tinggi berdampak pada biaya produksi dan konsumsi. Kondisi tersebut penting bagi pasar emas karena perkembangan inflasi dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Di sisi lain, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi faktor yang berpotensi membatasi penguatan emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendukung dolar AS dan meningkatkan imbal hasil (yield) Treasury AS.

Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, pergerakan dolar AS dan yield Treasury menjadi indikator penting bagi XAU/USD.

Apabila dolar AS dan yield Treasury terus menguat seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, ruang pelemahan emas dapat semakin terbuka. Kondisi tersebut berpotensi mendorong XAU/USD menguji area support USD4.365-USD4.331.

"Sebaliknya, pelemahan dolar AS dan yield Treasury dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat," papar Geraldo.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pasar menanti data CPI AS


Setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, perhatian pasar kini bergeser ke data inflasi, khususnya Consumer Price Index (CPI). Data tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi tekanan harga di AS sekaligus memperkirakan arah kebijakan The Fed pada September.

Bagi pasar emas, hasil CPI dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, pasar berpotensi kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Skenario tersebut dapat menopang dolar AS dan yield Treasury sekaligus memberikan tekanan terhadap XAUUSD.

Sebaliknya, perlambatan inflasi dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan sentimen positif bagi emas. Kondisi tersebut membuka peluang pemulihan harga dari area support.

Selain inflasi dan suku bunga, perkembangan ketegangan AS-Iran juga menjadi katalis yang dapat meningkatkan volatilitas harga emas. Peningkatan risiko geopolitik umumnya dapat mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.

Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik juga dapat meningkatkan tekanan inflasi dan pada akhirnya memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental, Dupoin Futures menilai XAU/USD masih memiliki risiko pelemahan pada perdagangan hari ini. Geraldo memproyeksikan harga emas berpotensi bergerak menuju support USD4.365-USD4.331 setelah gagal menembus resistance USD4.440 dan membentuk pola ABC Correction.

Ia mengingatkan, pelaku pasar perlu mencermati respons XAU/USD saat mendekati area support tersebut. Selama harga belum mampu melewati resistance USD4.440, peluang koreksi masih terbuka. Sementara itu, data CPI AS, pergerakan dolar AS dan yield Treasury, serta perkembangan konflik AS-Iran menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan arah harga emas berikutnya.

"Secara keseluruhan, skenario bearish masih menjadi perhatian untuk pergerakan XAU/USD hari ini. Area USD4.365-USD4.331 menjadi target pelemahan terdekat, sedangkan USD4.440 merupakan resistance penting yang perlu ditembus apabila emas ingin kembali membangun momentum kenaikan," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)