Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Harga Emas Dunia Pulih, Kilaunya Makin Mentereng
Husen Miftahudin • 18 April 2026 09:11
Chicago: Harga emas dunia sedikit naik dan menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut seiring meningkatnya harapan akan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu, 18 April 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, diperdagangkan pada USD4.890,00 US per ons. Level ini naik satu persen untuk minggu ini dan menuju kenaikan selama satu bulan berturut-turut.
Harga emas terus turun pada akhir Februari dan awal Maret karena kekhawatiran perang Iran akan memicu inflasi yang lebih tinggi dan menyebabkan kenaikan suku bunga.
Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas berkinerja terbaik ketika suku bunga lebih rendah.
Namun kini, para investor kembali berbondong-bondong membeli emas dengan harapan bahwa AS, Israel, dan Iran akan mencapai gencatan senjata permanen untuk mengakhiri permusuhan mereka saat ini.
| Baca juga: Siap-siap Borong! Harga Emas Bakal Turun Banyak Minggu Depan |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Emas pulih sejak AS dan Iran umumkan gencatan senjata
Harga emas telah pulih sejak AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu di tengah rencana untuk menegosiasikan resolusi permanen terhadap konflik tersebut.
Harga emas juga mendapat dorongan karena dolar AS jatuh ke level terendah enam minggu pada 16 April dan menuju penurunan mingguan kedua.
Investor juga semakin tertarik pada emas seiring dengan terus turunnya harga minyak mentah, yang meredakan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga.
Pasar berjangka kini memperkirakan peluang sebesar 27 persen terjadinya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Federal Reserve AS pada Desember tahun ini.
Meski demikian, harga emas masih berada di bawah harga tertinggi sepanjang masa yaitu sedikit di bawah USD5.600 per ons yang dicapai pada akhir Januari tahun ini.