BNPT Tekankan Kewaspadaan di Tengah Dinamika Global

Kepala BNPT Eddy Hartono bersama jajaran sebelum rapat dengar pendapat bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-BNPT RI

BNPT Tekankan Kewaspadaan di Tengah Dinamika Global

Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 15:18

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan kewaspadaan di tengah dinamika global. Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Senin, April 2026.

"Ini tugas kita bersama untuk menjaga, apalagi di tengah dinamika global yang sangat kompleks saat ini," kata Kepala BNPT Eddy Hartono, seperti dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Eddy menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif di tengah situasi saat ini. Lebih lanjut, dalam menyikapi perkembangan situasi geopolitik internasional yang dapat berimplikasi pada stabilitas dalam negeri, BNPT telah merumuskan berbagai langkah strategis.

Ia mengatakan langkah strategis dimaksud mulai dari koordinasi antar-instrumen pertahanan dan keamanan hingga penguatan Pusat Analisis dan Pengendalian Krisis (Pusdalsis).

Sementara itu, anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah menyoroti dampak nyata ketegangan global terhadap peperangan di ruang digital Indonesia melalui propaganda dan media sosial. Maka dari itu, dia berharap BNPT mengambil langkah out of the box atau berpikir di luar batasan atau menggunakan perspektif yang baru di luar, dalam menangani masalah tersebut.

Rapat diakhiri dengan kesepakatan untuk memperkuat peran BNPT dalam penguatan kontra radikalisasi melalui beragam bentuk edukasi kepada masyarakat guna memastikan perlindungan maksimal dari ancaman radikalisme baik di dunia nyata maupun digital. Adapun rapat dengar pendapat antara BNPT dan Komisi XIII DPR RI ini berlangsung secara tertutup.

Israel kembali melakukan serangan ke Lebanon. Foto: the New York Times

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, bersama tambahan amunisi dan persenjataan, akan tetap berada di dalam dan di sekitar Iran hingga kesepakatan nyata yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.

"Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka 'penembakan akan dimulai' dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya," ujar Trump.

Ia menambahkan kesepakatan mengenai tidak ada senjata nuklir sebenarnya telah dicapai sejak lama, meski terdapat retorika palsu yang menyatakan sebaliknya.

"Tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman. Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya," kata Trump.

Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa, April 2026 yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir guna menyudahi penyerbuan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang telah menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka.

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang berulang kali diperpanjang oleh Trump, agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi kehancuran seluruh peradaban.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)