Gedung The Fed. Foto: Xinhua/Liu Jie.
The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Meski Harga Minyak Melonjak
Eko Nordiansyah • 27 July 2026 13:23
New York: Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat kebijakan Juli meski harga minyak dunia melonjak. Citi menilai pasar terlalu melebih-lebihkan peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat karena tekanan inflasi dan pasar tenaga kerja menunjukkan tren moderasi.
Pasar sebelumnya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 30 persen setelah lonjakan harga minyak mentah. Namun, Citi menilai inflasi inti pada Juni yang lebih rendah dari ekspektasi serta perlambatan pertumbuhan lapangan kerja belum memberikan alasan kuat bagi bank sentral AS untuk kembali memperketat kebijakan moneternya.
Dikutip dari Investing, Senin, 27 Juli 2026, pelaku pasar masih terbelah menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 29 Juli 2026. Meski kenaikan harga minyak memicu spekulasi pengetatan kebijakan, Citi menilai kondisi inflasi yang mulai mereda dan pasar tenaga kerja yang lebih seimbang akan mendorong The Fed mempertahankan suku bunga.
Citi memperkirakan keputusan mempertahankan suku bunga, meski disertai perbedaan pandangan bernada hawkish dari sebagian pejabat The Fed, akan dipandang sebagai sinyal dovish oleh pasar. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahkan nilai tukar dolar AS.
Menurut Citi, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack dan Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan berpeluang memberikan suara yang mendukung kenaikan suku bunga. Namun, apabila jumlah suara berbeda pendapat melebihi dua orang, pasar kemungkinan akan menafsirkan hasil tersebut sebagai sinyal hawkish yang lebih kuat.
Laporan Citi juga menyebut mayoritas pembuat kebijakan kemungkinan menilai ekonomi AS belum mengalami overheating. Penilaian tersebut didasarkan pada pertumbuhan lapangan kerja yang moderat, penurunan partisipasi angkatan kerja, serta inflasi inti Indeks Harga Konsumen (CPI) Juni yang dinilai sejalan dengan tren inflasi sebelum pandemi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Ekspektasi inflasi masih terkendali
Meski sebagian investor berharap Ketua The Fed Kevin Warsh merespons lonjakan harga minyak dengan menaikkan suku bunga untuk memperkuat kredibilitas pengendalian inflasi, Citi menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan ekspektasi inflasi berbasis pasar yang justru menurun.Citi juga menilai Warsh sebelumnya telah mengisyaratkan guncangan harga yang dipicu faktor penawaran tidak semestinya secara otomatis direspons dengan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Selain itu, Warsh diperkirakan tidak akan memberikan panduan yang terlalu rinci mengenai arah kebijakan moneter pada konferensi pers setelah rapat FOMC. Sikap tersebut dinilai konsisten dengan pendekatannya yang cenderung menghindari petunjuk eksplisit mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Ke depan, Citi memperkirakan pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang tetap rendah dalam beberapa bulan mendatang akan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi The Fed untuk mulai memangkas suku bunga paling cepat pada Oktober.