Ilustrasi, perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Dow Jones Menguat, Nasdaq Terpukul Aksi Jual Saham Teknologi
Husen Miftahudin • 23 June 2026 08:16
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bergerak variatif pada perdagangan Senin waktu setempat, di tengah respons investor terhadap perkembangan positif dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran, serta tekanan yang masih membayangi saham-saham teknologi.
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,29 persen ke level 51.712,71. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,37 persen ke posisi 7.472,79, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,32 persen menjadi 26.166,6.
Dari 11 sektor utama di indeks S&P 500, sebanyak tujuh sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor real estat memimpin penguatan dengan kenaikan 1,38 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,24 persen.
Sebaliknya, sektor jasa komunikasi dan barang konsumsi non-esensial menjadi penekan utama pasar setelah masing-masing terkoreksi 3,83 persen dan 2,33 persen.
| Baca juga: Kontrak Berjangka Saham AS Tertekan Ancaman Baru Trump ke Iran |
Saham teknologi masih tertekan
Sejumlah saham teknologi kapitalisasi besar masih berada dalam tekanan. Saham Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Nvidia mencatat penurunan cukup signifikan.
Koreksi tajam juga terjadi pada saham SpaceX yang anjlok 16,43 persen setelah perusahaan mengonfirmasi penjualan obligasi pertamanya melalui dokumen pengajuan resmi. Pelemahan itu memperpanjang tren negatif saham tersebut dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut.
"Masalah utama yang menjadi perhatian pasar adalah asumsi perusahaan hyperscaler terus menerima tingkat pengembalian investasi yang rendah dari belanja besar mereka di sektor kecerdasan buatan," jelas Kepala Strategi Pasar Miller Tabak, Matt Maley.
Maley juga menyoroti kekhawatiran terkait praktik "investasi sirkular", yakni pola perusahaan yang saling menanamkan modal dan menjalin hubungan bisnis satu sama lain.
Di tengah tekanan sektor teknologi, sejumlah saham produsen chip justru mencatat penguatan menjelang laporan kinerja keuangan. Micron Technology melonjak 6,82 persen. Advanced Micro Devices (AMD) naik 2,65 persen, sedangkan Intel menguat lebih dari 5 persen.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Negosiasi AS-Iran dan harga minyak jadi sorotan
Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Iran pada Senin menyebut terdapat kemajuan yang menggembirakan dalam pembicaraan yang berlangsung di Swiss dan menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final dalam 60 hari ke depan.
Sentimen positif dari jalur diplomatik ikut menekan harga minyak dunia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun USD1,78 atau 2,32 persen menjadi USD74,82 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus terkoreksi USD2,67 atau 3,31 persen ke level USD77,9 per barel di ICE Futures London.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Amerika Serikat untuk Mei. Data tersebut menjadi acuan utama Federal Reserve dalam memantau inflasi.
Rilis data PCE hadir di tengah perdebatan pasar mengenai kemungkinan suku bunga acuan bertahan di level tinggi lebih lama, setelah bank sentral AS mengisyaratkan sikap kebijakan yang lebih ketat dalam pertemuan terakhirnya.