KPK Pertimbangkan Usut Perintangan Penyidikan Kasus Suap Importasi

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

KPK Pertimbangkan Usut Perintangan Penyidikan Kasus Suap Importasi

Candra Yuri Nuralam • 28 February 2026 10:56

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan membuka kasus perintangan penyidikan dalam dugaan suap pada proses importasi di Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penyidik menemukan adanya barang bukti berupa uang yang dipindahkan.

"Memang jelas bahwa ada upaya-upaya untuk menghilangkan bukti gitu kan, memindahkan gitu. Mungkin kalau ini tidak berharga, maksudnya tidak berharga itu bukan uang lah gitu ya," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Asep mengatakan, KPK kini tengah menelusuri alur perintah dalam pemindahan uang itu. Sejumlah saksi akan dipanggil untuk mendalami perintah tersebut.

"Nah, terkait dengan perintah-perintahnya, tentu juga kita sedang dalami," ucap Asep.

KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.

Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.

Gedung Merah Putih KPK. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).

Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)