Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. Foto: MTVN/Duta Erlangga
Komisi III Beri Efek Jera Aparat Penegak Hukum lewat RDPU Live
Muhammad Adyatma Damardjati • 8 October 2026 15:38
Jakarta: Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat kasus-kasus bernuansa ketidakadilan ke Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang disiarkan langsung. Langkah itu bertujuan memberikan efek jera kepada aparat penegak hukum di seluruh Indonesia.
Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Menurutnya, Komisi III bukan pengadilan, tetapi perlu memberikan sampel kasus di tingkat bawah.
"Komisi III tentu bukan pengadilan yang wajib dan tidak boleh menolak perkara. Tapi kami perlu memberikan sampel, satu orang, satu kasus di tingkat Polres, di tingkat Kejaksaan, yang bernuansa injustice, kita angkat untuk memberikan pembelajaran pada ratusan Kapolres lain, ratusan Kajari lain, ratusan KPN lain," ujar Habiburokhman.
"Kami merasa perlu memang secara reguler melakukan hal tersebut. Tapi harus diingat Komisi III ini bukan pengadilan, bukan lembaga pengadilan baru," jelas Habiburokhman.
Habiburokhman mengklaim strategi ini terbukti memunculkan efek jera bagi para mitra kerja Komisi III. Menurutnya, aparat di kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan lebih khawatir bila dipanggil dalam RDPU yang disiarkan langsung.
"Yang saya dengar dari mitra kami, diangkatnya kasus-kasus tersebut memberikan efek takut melakukan pelanggaran bagi Kapolres-Kapolres lainnya. Wah, jangan sampai kita dipanggil RDPU nih sama Bang Habib. Di RDPU kan susah karena kita live," tegas Habiburokhman.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. Foto: MTVN/Duta Erlangga
Habiburokhman menyebut Komisi III berkomitmen menyiarkan seluruh aktivitasnya secara langsung. Menurutnya, keterbukaan itu menjadi salah satu kunci pengawasan yang efektif.
"Komisi III komitmen untuk semua aktivitas kita itu harus live," ujar Habiburokhman.