Aksi Ambil Untung Bikin Harga Emas Dunia Tergelincir

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Aksi Ambil Untung Bikin Harga Emas Dunia Tergelincir

Husen Miftahudin • 8 January 2026 08:45

Chicago: Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mengambil keuntungan setelah logam mulia itu sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu minggu. Sementara, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) juga menekan sentimen pasar emas.
 
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 8 Januari 2026, harga emas berjangka turun 0,5 persen menjadi USD4.474,60 per ons. Sementara harga spot sedikit berubah di USD4.471,83. Harga tetap kurang dari USD100 di bawah rekor tertinggi bulan lalu sebesar USD4.548,92.
 
Menurut Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com, pergerakan pasar lebih didorong oleh posisi investasi daripada fundamental. "Harga tidak terlalu terpengaruh dari perspektif fundamental, ada banyak spekulasi. Pergerakan harga sebagian besar condong ke atas, tetapi menunjukkan volatilitas dua arah," ungkap dia.
 
Rodda menambahkan, penguatan dolar AS juga telah menekan harga. Mata uang tersebut berada di dekat level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
 

Baca juga: Ketegangan Geopolitik hingga Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Fed Bikin Harga Emas Makin Kinclong


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Menanti data ekonomi AS

 
Investor kini menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk laporan nonfarm payrolls yang sangat dinantikan yang akan dirilis pada hari Jumat. Angka-angka tersebut diperkirakan akan memainkan peran penting dalam membentuk ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
 
Pasar memperkirakan dua kali lagi penurunan suku bunga oleh The Fed tahun ini, sebuah kondisi yang secara umum mendukung harga emas dengan menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menawarkan imbal hasil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)