Kapolri Perkuat Kerja Sama dengan Otoritas Tiongkok Ungkap Jaringan Narkoba

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (kiri) dalam pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) Lan Weihong (kanan) di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin

Kapolri Perkuat Kerja Sama dengan Otoritas Tiongkok Ungkap Jaringan Narkoba

Gabriella Thesa Widiari • 28 October 2026 14:48

Jakarta: Polri dan otoritas Tiongkok memperkuat kerja sama terkait pemberantasan narkoba. Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dengan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) Lan Weihong.

“Hari ini kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) dan juga tentunya dalam rangka menjalin kerja sama yang sudah kita lakukan beberapa waktu, sehingga dapat mengungkap sebuah jaringan besar clandestine lab di Provinsi Aceh,” kata Suyudi seusai pertemuan di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026.

Suyudi mengatakan dalam pertemuan itu juga membahas pengungkapan jaringan laboratorium gelap narkotika atau clandestine lab di Pidie, Aceh. Pengungkapan itu bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara otoritas Indonesia dan Tiongkok.

Ia mengatakan kerja sama tersebut akan terus dilanjutkan untuk menjaga keamanan kawasan. Ia menambahkan pemerintah Indonesia, khususnya Polri, serius memberantas peredaran narkoba di Tanah Air.

“Kami, pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” ujar Suyudi.


Ilustrasi narkotika. Foto: dok. Antara. 

Terkait pengembangan kasus laboratorium gelap di Aceh, Suyudi menyebut penyidik masih menelusuri pihak yang mendukung dan mendanai operasional jaringan tersebut.

Selain itu, Polri mengembangkan penyidikan terkait jaringan narkotika lain di Medan. Dalam perkara ini, polisi mengamankan sebuah kapal beserta seorang warga negara Malaysia yang diduga pemilik kapal tersebut.

Suyudi memastikan penyidikan kedua perkara akan dikembangkan guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Langkah ini mencakup penelusuran pihak yang terlibat dalam pendanaan hingga operasional peredaran narkotika.


(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Gabriella Thesa Widiari)