Melihat Sunyinya Museum MH Thamrin Sebelum Direvitalisasi Pemprov DKI

Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Melihat Sunyinya Museum MH Thamrin Sebelum Direvitalisasi Pemprov DKI

Aris Setya • 5 March 2026 17:17

Jakarta: Di balik riuh rendah kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebuah bangunan di Jalan Kenari II berdiri kokoh dalam keheningan. Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin, yang menyimpan memori perjuangan tokoh besar Betawi, kini tampak merana tanpa derap langkah pengunjung. 

Meski koleksinya mulai dari radio Philips lawas hingga meja rias asli sang pahlawan terawat apik, museum yang bakal direvitalisasi ini lebih sering berselimut sepi. Langkah revitalisasi ini pun menjadi angin segar bagi pelestarian sejarah Jakarta. 
 


Saat ini, pengunjung yang bertandang hanya disuguhi fasilitas terbatas seperti Digital Wayfinder. Padahal, museum ini memiliki koleksi unik hasil hibah keluarga, termasuk blangkon dan furnitur otentik milik sang pahlawan, hingga sepeda ontel kuno pemberian komunitas di Yogyakarta.


Koleksi Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Bagi warga yang ingin menelusuri jejak "Singa Podium" ini sebelum masa revitalisasi dimulai, museum masih beroperasi setiap Selasa hingga Minggu. Dengan tiket masuk yang cukup terjangkau. Mulai dari Rp5.000 untuk pelajar hingga Rp15.000 untuk dewasa di akhir pekan, wisatawan bisa merasakan suasana Jakarta tempo dulu di tengah modernitas ibu kota.

Rp15 Miliar untuk Wajah Baru Museum MH Thamrin

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali ruh perjuangan MH Thamrin. Pemprov DKI berkomitmen agar tempat ini tak lagi sekadar menjadi gudang penyimpan barang antik, melainkan destinasi wisata sejarah yang interaktif dan membanggakan bagi warga Jakarta.

Dana sebesar Rp15 miliar tersebut disiapkan untuk mengubah wajah museum agar kembali relevan bagi generasi muda.

“Dalam rapat minggu lalu saya sudah memutuskan untuk Museum Husni Thamrin kita akan revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar rupiah,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.


Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono mengaku, rencana besar ini lahir setelah ia meninjau langsung kondisi museum beberapa waktu lalu. Baginya, sosok MH Thamrin bukan sekadar nama jalan, melainkan simbol perlawanan dan harga diri warga Betawi di panggung sejarah nasional. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)