Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah Ditutup Turun 4 Poin ke Level Rp16.872
Husen Miftahudin • 3 March 2026 15:54
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penurunan.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 3 Maret 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.872 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun tipis empat poin atau setara 0,02 persen dari posisi Rp16.868 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah empat poin, sebelumnya sempat menguat 10 poin di level Rp16.872 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.868 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.854 per USD. Rupiah melemah 11 poin atau setara 0,07 persen dari Rp16.843 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.870 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 22 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.848 per USD.
| Baca juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.860 per USD |
Perang AS-Israel terhadap Iran jadi sorotan
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen perang udara AS dan Israel terhadap Iran yang meluas dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas melalui serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
"Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan Iran akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya. Sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz," ungkap Ibrahim.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang AS dan Israel melawan Iran mungkin membutuhkan beberapa waktu tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun. Para analis memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi dalam beberapa hari mendatang sementara pasar fokus pada dampak meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, pasar juga tengah memperhatikan pernyataan pejabat The Fed dengan Presiden Fed New York John Williams, Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid, dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari. Pernyataan yang cenderung agresif dari para pejabat Fed dapat memperkuat dolar AS .
"Fokus pasar minggu ini adalah data pasar tenaga kerja AS, termasuk Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang dapat membentuk ekspektasi untuk jalur kebijakan moneter Fed. Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi tetap tinggi, mendorong para pedagang untuk mengurangi taruhan pada pelonggaran kebijakan moneter jangka pendek," papar Ibrahim.
(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Neraca dagang Indonesia surplus USD0,95 miliar
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar USD0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi non migas sebesar USD3,22 miliar.
Komoditi penyumbang surplus pada nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Pada sisi yang sama neraca komoditas migas tercatat defisit sebanyak USD2,27 miliar dengan komoditi penyumbang defisit terutama minyak mentah, hasil minyak dan gas.
Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor pada Januari 2026. Teracatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,16 miliar atau naik 3,39 persen jika dibandingkan dengan Januari 2025. Nilai ekspor migas tercatat USD0,89 miliar atau turun 15,62 persen. Sementara nilai ekspor non migas tercatat naik 4,38 persen dengan nilai USD21,26 miliar.
Sedangkan nilai impor mencapai USD21,20 miliar atau meningkat 18,21 persen jika dibandingkan Januari 2025. Nilai impor migas sebesar USD3,17 miliar atau meningkat 27,52 persen secara tahunan.
Selain itu, impor nonmigas senilai USD18,04 miliar juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 16,71 persen. Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40 persen.
Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.870 per USD hingga Rp16.910 per USD," jelas Ibrahim.