Melemah Lagi, Dolar AS Makin Terpukul 6 Mata Uang Utama Dunia

Dolar AS. Foto: Freepik.

Melemah Lagi, Dolar AS Makin Terpukul 6 Mata Uang Utama Dunia

Husen Miftahudin • 26 November 2025 08:54

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) karena serangkaian data ekonomi yang beragam sehingga memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 26 November 2025, indeks dolar, yang mengukur nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,48 persen menjadi 99,664.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1584 dari USD1,1528 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3213 dari USD1,3109 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar AS dibeli 155,83 yen Jepang, lebih rendah dari 156,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,8064 franc Swiss dari 0,8077 franc Swiss.
 
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga melemah menjadi 1,4092 dolar Kanada dari 1,4108 dolar Kanada. Dolar AS pun melemah menjadi 9,5181 kronor Swedia dari 9,5449 kronor Swedia.
 

Baca juga: Komentar Dovish Fed Bikin Dolar AS Jadi 'Bulan-bulanan' Mata Uang Utama Dunia


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Data ekonomi beragam, kepercayaan konsumen melempem

 
Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,2 persen pada September, lebih rendah dari perkiraan 0,4 persen oleh para ekonom yang disurvei Reuters dan melambat dari kenaikan 0,6 persen yang tidak direvisi pada Agustus.
 
Di sisi lain, harga produsen naik 0,3 persen, sesuai dengan ekspektasi, setelah penurunan 0,1 persen yang tidak direvisi pada Agustus. Namun, pada tingkat inti, harga naik tipis 0,1 persen, di bawah perkiraan konsensus sebesar 0,2 persen.
 
Angka kepercayaan konsumen AS turun menjadi 88,7 pada November, dari 95,5 yang direvisi naik pada Oktober, yang semakin memperburuk sentimen dolar. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks akan turun tipis menjadi 93,4 dari 94,6 yang dilaporkan sebelumnya pada Oktober.
 
Data ekonomi Selasa menyusul komentar dovish dari para pembuat kebijakan dalam beberapa hari terakhir yang membantu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga.
 
Pada Senin, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pasar tenaga kerja cukup lemah untuk membenarkan penurunan suku bunga seperempat poin lagi pada Desember, meskipun tindakan selanjutnya bergantung pada banyaknya data yang tertunda akibat penutupan pemerintah federal.
 
Komentar Waller menyusul pernyataan serupa oleh Presiden Fed New York John Williams pada Jumat. Para pedagang kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 83 persen bulan depan, naik dari 50 persen seminggu sebelumnya, menurut CME FedWatch.
 
Fluktuasi besar ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pasar dalam memperkirakan suku bunga jangka pendek tanpa adanya data ekonomi, yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS terlama yang berakhir pada 14 November.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Husen Miftahudin)