Ilustrasi. Foto: OCBC NISP.
AS Cetak Inflasi 2,7% di Desember 2025
Husen Miftahudin • 14 January 2026 07:52
New York: Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat atau Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) mengalami kenaikan sebesar 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025. Angka pertumbuhan ini serupa dengan pertumbuhan yang terjadi pada bulan sebelumnya.
Mengutip Xinhua, Rabu, 14 Januari 2026, tingkat inflasi inti (inflasi yang tidak termasuk makanan dan energi dengan harga yang mudah berubah), tercatat naik sebesar 2,6 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memproyeksi tumbuh 2,7 persen (yoy).
Adapun, indeks harga pangan pada Desember tumbuh 3,1 persen (yoy), naik dari 2,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara inflasi harga energi mereda menjadi 2,3 persen (yoy) pada Desember, turun dari 4,2 persen (yoy) di bulan sebelumnya karena harga minyak yang lebih rendah.
Sementara itu, biaya tempat tinggal, komponen utama dalam indeks harga konsumen, tumbuh sebesar 3,2 persen (yoy) pada Desember 2025. Harga kendaraan baru tetap sama seperti bulan sebelumnya, sementara harga mobil dan truk bekas turun 1,1 persen secara bulanan.
Di sisi lain, indeks rekreasi meningkat 1,2 persen selama sebulan, peningkatan bulanan terbesar yang pernah dilaporkan untuk indeks tersebut pada 1993.
| Baca juga: Data Inflasi hingga Invasi AS ke Venezuela Bikin Kontrak Berjangka Saham AS Melempem |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Jadi indikator Fed tahan suku bunga
Setelah tiga kali pemangkasan suku bunga pada paruh kedua 2025, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dalam waktu dekat karena inflasi AS tetap jauh lebih tinggi daripada target dua persen.
Menurut CME FedWatch Tool, kontrak berjangka Fed Funds saat ini menyiratkan probabilitas 60,6 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan moneternya di akhir April.