Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Tertekan, Ini Penyebabnya

Ilustrasi emas batangan. Foto: Goldbulliondealers.co.uk

Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Tertekan, Ini Penyebabnya

Husen Miftahudin • 11 September 2026 11:08

Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai pergerakan emas pada grafik harian menunjukkan tekanan bearish yang semakin kuat.

Analisis tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head and Shoulders yang berpotensi menjadi sinyal pelemahan harga. Dalam skenario tersebut, XAUUSD berpeluang menguji area support di level USD4.237.

Geraldo mengatakan pola Head and Shoulders pada grafik harian menjadi salah satu indikator penting dalam membaca arah pergerakan XAUUSD. Formasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan tekanan jual setelah harga sebelumnya mengalami penguatan. Selama tekanan jual masih mendominasi, peluang harga emas untuk bergerak lebih rendah tetap terbuka.

"Selama tekanan jual masih mendominasi, peluang harga emas untuk bergerak lebih rendah masih terbuka pada pekan depan," kata Geraldo dalam analisisnya, Jumat, 11 September 2026.

Level USD4.237 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Jika tekanan bearish berlanjut, harga emas berpotensi menguji level tersebut. Namun, reaksi harga ketika mencapai area support akan menjadi perhatian berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, XAU/USD berpeluang mengalami rebound. Sebaliknya, penembusan support secara kuat dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut.

Selain support, area USD4.409 menjadi level resistance penting dalam skenario bearish XAU/USD. Menurut Geraldo, selama harga emas belum mampu mencatatkan penutupan di atas USD4.409, tekanan bearish masih berpotensi menjadi arah dominan. Dengan demikian, pergerakan XAU/USD di antara support USD4.237 dan resistance USD4.409 menjadi area penting yang perlu dicermati pelaku pasar.
 



(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Konflik Timur Tengah jadi katalis harga emas


Dari sisi fundamental, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas pekan depan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang dapat menopang permintaan emas sebagai aset safe haven. Meningkatnya ketidakpastian global berpotensi mendorong investor mencari aset yang dinilai lebih defensif.

Namun, perkembangan geopolitik juga dapat memengaruhi harga emas melalui pasar energi. Lonjakan harga minyak hingga menembus USD100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama. Perkembangan ini menjadi perhatian bagi pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Sementara itu, kenaikan tekanan inflasi juga dapat meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan suku bunga Federal Reserve bertahan pada level tinggi dalam waktu lebih lama.

"Kondisi tersebut berpotensi mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury. Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi dapat membatasi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil," papar Geraldo.

Selain itu, pasar mencermati data Producer Price Index (PPI) AS. PPI tercatat naik 0,4 persen secara bulanan, menunjukkan masih adanya tekanan pada tingkat harga produsen. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah inflasi, kebijakan moneter, imbal hasil obligasi, dan dolar AS.

Kombinasi indikator teknikal dan fundamental membuat harga emas masih menghadapi risiko pelemahan pada pekan depan. Dari sisi teknikal, pola Head and Shoulders menjadi sinyal utama yang diperhatikan Geraldo. Level USD4.409 menjadi resistance penting, sedangkan USD4.237 menjadi area support yang berpotensi diuji.

"Selama XAU/USD belum mampu ditutup di atas resistance USD4.409, tekanan bearish dinilai masih berpeluang mendominasi. Pergerakan harga di sekitar level USD4.237 serta perubahan ekspektasi terhadap suku bunga The Fed akan menjadi faktor penting untuk melihat arah XAU/USD selanjutnya," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)