Ketua KPK Setyo Budiyanto. Foto: Metrotvnews.com/Candra Yuri Nuralam.
Polemik CCTV Rumah Ono Surono, Ketua KPK Bakal Panggil Penyidik
Candra Yuri Nuralam • 7 April 2026 22:39
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto merespons kubu Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, yang menyebut CCTV rumahnya dimatikan penyidik saat melakukan penggeledahan. Di sisi lain, KPK menyebut kamera pengawas dimatikan oleh keluarga Ono dengan sukarela.
Setyo akan memanggil penyidik yang menggeledah rumah Ono untuk meminta klarifikasi. Upaya paksa ini dilakukan berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
“Ya, kalau seperti itu harus saya klarifikasi dulu, gitu karena apakah memang benar seperti itu,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.
Setyo bakal mencari bukti atas klaim kubu Ono yang menyebut penyidik memaksa mematikan CCTV. Selain itu, Ketua KPK itu juga bakal meminta bukti dari penyidik yang mengeklaim CCTV dimatikan keluarga Ono.
“Apakah kemudian ada bukti yang memastikan seperti itu atau mungkin penyidik sampai mengambil sebuah keputusan seperti itu karena ada hal-hal yang tidak diharapkan terjadi di lapangan,” ujar Setyo.
Sebelumnya, KPK membantah penggeledahan rumah rumah Ono Surono (ONS) tidak mengikuti aturan yang berlaku. Penyidik ditemani banyak orang, termasuk perangkat daerah dan keluarga Ono saat mencari bukti.
.jpg)
Penyidik KPK. Foto: Dok. Medcom.id.
“Dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan tersebut, penyidik juga didampingi oleh pihak keluarga termasuk istri dari saudara ONS dan juga para perangkat di lingkungan setempat,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2026.
Budi mengatakan, penggeledahan di rumah Ono dilakukan untuk mencari barang terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Dalam upaya paksa itu, penyidik menyita dokumen sampai uang ratusan juta, di ruang yang biasa disinggahi Ono.
“Tentu ketika melakukan penyitaan ada berita acara penyitaan yang juga ditandatangani,” ujar Budi.