Ilustrasi Handphone. Foto: dok. Pexels
Kenali Ciri-ciri HP Disadap dan Cara Mengatasinya
Angel Rinella • 5 November 2026 11:27
Jakarta: Penyadapan telepon menjadi salah satu bentuk pelanggaran privasi yang dapat mengancam keamanan data pengguna. Praktik ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak berbahaya (spyware) yang dipasang tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.
Aktivitas penyadapan dapat membuat pihak lain mengakses berbagai informasi pribadi. Mulai dari percakapan telepon, pesan singkat, lokasi, hingga data yang tersimpan di perangkat.
Meski begitu, penyadapan tidak selalu mudah dikenali karena sejumlah tandanya menyerupai gangguan pada ponsel. Pengguna perlu mengetahui ciri-ciri yang muncul agar dapat mengambil langkah untuk melindungi perangkat dan data pribadi.
Dilansir dari Avast.com, berikut ciri-ciri HP disadap serta cara mengatasinya.
Ciri-ciri HP Disadap yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa perubahan pada ponsel yang dapat mengindikasikan adanya aktivitas pemantauan tanpa izin. Berikut ciri-ciri yang perlu diperhatikan:
1. Muncul Suara Aneh Saat Menelepon
Suara seperti bunyi klik, desisan statis, bunyi bip, atau frekuensi tinggi yang muncul ketika melakukan panggilan dapat menjadi salah satu tanda adanya penyadapan. Suara tersebut mungkin muncul ketika percakapan direkam atau didengarkan oleh pihak lain.
Namun, gangguan suara juga bisa berasal dari kualitas jaringan yang buruk atau kebisingan di sekitar pengguna. Jika suara tersebut terus muncul dalam setiap panggilan, pengguna perlu memeriksa kemungkinan adanya gangguan pada perangkat.
2. Baterai Cepat Habis dan HP Panas
Baterai yang lebih cepat terkuras atau suhu ponsel meningkat ketika tidak digunakan juga patut diperhatikan. Kondisi ini bisa terjadi karena spyware atau perangkat lunak berbahaya lainnya bekerja di latar belakang untuk mengumpulkan dan mengirimkan data kepada pihak ketiga.
Untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak menggunakan daya, pengguna dapat memeriksanya melalui pengaturan ponsel. Berikut langkah-langkahnya:
- iOS: Buka "Pengaturan", pilih "Baterai", kemudian ketuk "Lihat Semua Penggunaan Baterai".
- Android: Buka "Pengaturan", pilih "Baterai", lalu gulir ke bawah untuk melihat daftar penggunaan baterai setiap aplikasi.
Pengguna juga dapat mengetik kata kunci Aktivitas Baterai pada kolom pencarian di menu pengaturan untuk menemukan informasi tersebut dengan lebih cepat. Periksa apakah terdapat aplikasi asing yang menghabiskan daya dalam jumlah besar.
3. Penggunaan Data Internet Meningkat
Lonjakan penggunaan data seluler yang tidak biasa juga dapat menjadi tanda adanya aktivitas mencurigakan. Perangkat lunak berbahaya membutuhkan koneksi internet untuk mengirimkan informasi yang telah dikumpulkan dari ponsel kepada peretas.
Jika kuota internet habis lebih cepat dari biasanya, pengguna dapat memeriksa aplikasi yang paling banyak menggunakan data. Berikut langkah-langkahnya:
- iOS: Buka "Pengaturan", pilih "Seluler", kemudian gulir ke bagian "Data Seluler" dan ketuk "Tampilkan Semua".
- Android: Buka "Pengaturan", pilih "Koneksi", kemudian "Penggunaan Data" dan "Penggunaan Data Seluler".
Perhatikan aplikasi yang menggunakan data dalam jumlah besar, terutama jika aplikasi tersebut tidak dikenal atau jarang digunakan. Penggunaan data yang meningkat secara tiba-tiba perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
4. HP Lama Saat Dimatikan
Ponsel yang membutuhkan waktu lebih panjang ketika dimatikan juga dapat menunjukkan adanya aktivitas di latar belakang. Hal ini bisa terjadi karena perangkat masih menyelesaikan proses pengiriman data kepada pihak ketiga sebelum benar-benar berhenti beroperasi.
Untuk memeriksanya, tutup seluruh aplikasi yang sedang berjalan, kemudian matikan ponsel seperti biasa. Jika proses tersebut terus berlangsung lebih lama dari biasanya, pengguna dapat memeriksa kemungkinan adanya aplikasi atau program tersembunyi.
5. HP Sering Mengalami Gangguan
Perangkat lunak berbahaya atau aplikasi akses jarak jauh dapat mempengaruhi cara kerja ponsel. Selain membebani sumber daya perangkat, aplikasi tersebut juga berpotensi memberikan akses kepada pihak lain untuk mengendalikan sejumlah fungsi ponsel.
Berikut perubahan yang perlu diwaspadai:
- Aplikasi terbuka dengan sendirinya tanpa perintah pengguna.
- Aplikasi sering berhenti atau mengalami crash.
- Ponsel mati atau melakukan restart secara tiba-tiba.
- Kamera atau mikrofon aktif tanpa izin pengguna.
Gangguan tersebut memang bisa disebabkan masalah perangkat lunak maupun kerusakan sistem. Namun, jika terjadi berulang kali dan disertai tanda mencurigakan lainnya, pengguna perlu memeriksa keamanan ponsel.
6. Tampilan Situs Web Berubah
Ponsel yang terinfeksi malware juga dapat mengalami gangguan ketika digunakan untuk menjelajahi internet. Salah satunya, pengguna diarahkan secara otomatis ke situs web palsu yang dibuat untuk mencuri informasi pribadi, termasuk nama pengguna dan kata sandi.
Jika menemukan tampilan situs yang berbeda dari biasanya, periksa kembali alamat URL untuk memastikan keasliannya. Hindari memasukkan informasi pribadi atau data akun apabila terdapat kejanggalan pada situs tersebut dan segera tutup peramban.
7. Menerima Pesan Aneh
Pesan singkat berisi rangkaian angka, huruf, atau simbol yang tidak dapat dipahami juga perlu diwaspadai. Dalam beberapa kasus, spyware menggunakan pesan berkode untuk mengirimkan perintah ke perangkat yang telah terinfeksi.
Pesan tersebut umumnya tidak terlihat oleh pengguna apabila program berbahaya terpasang dengan benar. Namun, kesalahan saat proses pemasangan dapat membuat pesan berkode muncul langsung di aplikasi perpesanan.
8. Email Bermasalah
Gangguan pada layanan email yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat berkaitan dengan aktivitas pihak lain di akun pengguna. Misalnya, email gagal terkirim, menghilang, atau tidak dapat diakses tanpa penyebab yang jelas.
Masalah tersebut memang bisa disebabkan penyaringan spam atau gangguan layanan. Namun, pengguna perlu lebih waspada jika kondisi ini disertai pemberitahuan pengaturan ulang kata sandi, peringatan masuk dari perangkat asing, atau perubahan pengaturan akun yang tidak pernah dilakukan.
Perubahan tersebut dapat menunjukkan bahwa akun email atau layanan penyimpanan awan telah diakses tanpa izin. Jika akun sudah dikuasai pihak lain, komunikasi dan informasi pribadi pengguna juga berpotensi terancam.
9. Ada Aplikasi Spyware di HP
Keberadaan spyware menjadi salah satu indikasi paling kuat bahwa ponsel sedang dipantau. Perangkat lunak ini dapat dipasang tanpa persetujuan pemilik perangkat dan digunakan untuk mengakses panggilan, pesan, lokasi, serta aktivitas aplikasi.
Spyware umumnya masuk melalui tautan phishing atau perangkat lunak berbahaya lainnya. Untuk memeriksanya, pengguna dapat meninjau daftar aplikasi yang baru dipasang dan mencari program yang tidak dikenal.
Berikut cara memeriksa aplikasi mencurigakan berdasarkan sistem operasi:
- iPhone: Buka "Pengaturan", pilih "Umum", kemudian "Penyimpanan iPhone". Periksa daftar aplikasi dan cari program yang tidak pernah dipasang atau tidak dikenali.
- Android: Buka "Pengaturan", kemudian pilih "Aplikasi". Periksa aplikasi yang terpasang, terutama program dengan nama mencurigakan seperti "Layanan Sistem" atau "Pembaruan".

Ilustrasi HP disadap. Foto: dok. Freepik
Cara Mengatasi HP Disadap
Jika menemukan tanda-tanda penyadapan, pengguna perlu segera mengambil langkah untuk melindungi perangkat dan informasi pribadi. Selain mengetahui cara mengamankan ponsel, penting juga memahami alasan seseorang melakukan penyadapan.
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengamankan ponsel:
1. Aktifkan Mode Pesawat
Mengaktifkan mode pesawat dapat memutus sementara koneksi seluler dan Wi-Fi pada ponsel. Langkah ini membantu membatasi komunikasi perangkat dengan pihak luar ketika pengguna sedang memeriksa kemungkinan adanya penyadapan.
Dengan koneksi yang terputus, pengguna memiliki waktu untuk memeriksa aplikasi mencurigakan dan pengaturan penerusan panggilan. Namun, mode pesawat bukan solusi untuk menghapus spyware yang sudah terpasang di perangkat.
2. Gunakan Mode Aman
Pengguna Android dapat menjalankan ponsel dalam mode aman atau safe mode untuk membantu memeriksa aplikasi pihak ketiga. Dalam mode ini, sistem hanya menjalankan komponen utama sehingga sebagian besar aplikasi yang diunduh pengguna tidak aktif.
Untuk masuk ke mode aman pada Android, ikuti langkah berikut:
- Tekan dan tahan tombol daya atau tombol daya dan volume naik, bergantung pada model ponsel.
- Tekan dan tahan pilihan "Matikan Daya".
- Ketuk "Mulai Ulang ke Mode Aman".
- Pilih "OK" untuk melanjutkan.
Sementara itu, iPhone tidak menyediakan fitur mode aman yang dapat diakses langsung oleh pengguna. Pengguna iPhone dapat melakukan restart paksa untuk mengatasi beberapa gangguan perangkat, sedangkan fitur serupa mode aman mungkin tersedia pada perangkat yang telah melalui proses jailbreak.
Namun, proses jailbreak memiliki risiko keamanan tersendiri sehingga tidak disarankan dilakukan hanya untuk memeriksa penyadapan.
3. Hapus Aplikasi Mencurigakan
Aplikasi yang tidak dikenal atau tidak pernah dipasang sendiri perlu diperiksa lebih lanjut. Aplikasi tersebut mungkin merupakan aplikasi palsu yang menyisipkan spyware untuk mengakses informasi dan aktivitas pengguna.
Jika menemukan aplikasi mencurigakan, segera hapus dari perangkat. Meski begitu, menghapus aplikasi belum tentu membersihkan seluruh komponen berbahaya yang sudah masuk ke sistem sehingga pemeriksaan keamanan tambahan tetap diperlukan.
4. Reset HP ke Pengaturan Pabrik
Jika berbagai langkah sebelumnya belum mengatasi masalah, pengguna dapat mempertimbangkan pengaturan ulang pabrik. Cara ini dapat menghapus aplikasi dan data yang tersimpan di perangkat, termasuk perangkat lunak berbahaya yang terpasang.
Sebelum melakukannya, pastikan seluruh data penting seperti foto, kontak, video, aplikasi, dan musik telah dicadangkan. Pengguna juga perlu berhati-hati ketika memulihkan data dari cadangan karena berkas yang dibuat setelah tanda penyadapan muncul berpotensi membawa kembali malicious software (malware).
5. Laporkan ke Polisi
Jika memiliki bukti atau dugaan kuat adanya penyadapan ilegal, pengguna dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Penyadapan telepon dapat melanggar hukum dan laporan tersebut dapat membantu pihak berwenang menindaklanjuti dugaan kejahatan siber.