Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memimpin pelantikan pengurus PBNU periode 2026-2031. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin.
Pengurus PBNU Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Zaenal Arifin • 24 October 2026 14:56
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031, resmi dilantik di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Oktober 2026. Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan tentang pengesahan komposisi dan personalia pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031 oleh Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
"Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026-2031," ucap Gus Kikin saat membacakan surat keputusan.
Jajaran pengurus PBNU yang baru hadir dalam acara tersebut mengenakan baju berwarna putih dipadukan dengan sarung. Gus Kikin menegaskan bahwa, nama-nama yang tercantum dalam lampiran surat keputusan tersebut disahkan sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031.
Selain itu, Gus Kikin mengamanatkan kepada para pengurus untuk menjalankan tugas dengan berpedoman pada Mukaddimah Qanun Asasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, serta peraturan-peraturan yang ditetapkan dalam permusyawaratan pengurus.
"Ketiga, surat keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dalam penetapannya terdapat perubahan dan/atau kekeliruan, surat keputusan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya," ungkap Gus Kikin.
Setelah pembacaan surat keputusan, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memimpin pelantikan atau baiat. Sejumlah ketua, sekretaris jenderal, dan pengurus lainnya naik ke panggung untuk mengikuti prosesi tersebut.
Sementara itu, pengurus lainnya mengikuti prosesi baiat dari bawah panggung. Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa baiat merupakan ikrar kesetiaan sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.
"Yang harus kita cermati, baiat adalah merupakan inisiasi spiritual, janji setia. Baiat merupakan pembaharuan penguatan terhadap janji setia tersebut, rechanncing atas apa yang telah terjadi, kesungguhan dalam pengabdian," ucap Miftachul Akhyar.
Selanjutnya, Miftachul Akhyar membacakan ikrar yang diikuti oleh seluruh pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031. "Kami, selaku pengurus besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026 sampai dengan 2031, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dengan ini berikrar," ujar Miftachul Akhyar.
Para pengurus kemudian mengikuti pembacaan ikrar tersebut. Dalam ikrar pertama, mereka menyatakan kesiapan mengamalkan dan mempertahankan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memimpin pelantikan pengurus PBNU periode 2026-2031. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin.
"Pertama, siap mengamalkan dan mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan akidah Islam Ahlussunnah waljamaah dan patuh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Nahdlatul Ulama serta peraturan jam'iyah Nahdlatul Ulama," ucap Miftachul Akhyar.
Selain itu, para pengurus menyatakan kesiapan untuk menjalankan tugas dan kewajiban selama masa khidmat 2026–2031 demi kepentingan Nahdlatul Ulama, umat Islam, dan masyarakat Indonesia.
"Kedua, siap melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengurus besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026 sampai dengan 2031 dengan sebaik-baiknya demi untuk kepentingan Nahdlatul Ulama, kepentingan umat Islam, dan kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya," ujar Miftachul Akhyar.
"Ketiga, siap menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam rangka ikhtiyar menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala," imbuh Miftachul Akhyar.