Bandara Komodo. Foto: MI/John Lewar.
Ojol Dianiaya saat Jemput Wisatawan di Labuan Bajo, Polisi Buru Pelaku
Lukman Diah Sari • 15 April 2026 22:05
Labuan Bajo: Insiden penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13 April 2026. Polisi yang menerima laporan tengah mendalami kasus penganiayaan tersebut.
Korban diketahui bernama Donatus Darso. Donatus mengaku trauma setelah dikeroyok sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo.
“Trauma. Sudah dua hari tidak kerja,” ucap dia, Kamis, 15 April 2026.
“Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat. Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” jelas dia.
Kronologis Pengeroyokan Ojol di Labuan Bajo
Donatus menuturkan, peristiwa bermula saat dirinya menerima pesanan untuk menjemput wisatawan perempuan asal Eropa di Bandara Komodo. Namun, sesuai kesepakatan antara ojol dan sopir angkutan wisata setempat, ojol dilarang menjemput di area dekat bandara.Ia kemudian mengarahkan penumpang untuk bertemu di depan minimarket yang lokasinya cukup jauh dari pintu keluar bandara. Penumpang tersebut menyetujui dan mendatangi lokasi tersebut. Namun saat penumpang tiba, Donatus didatangi sekelompok orang dan meminta penumpang turun dari sepeda motor, hingga berujung aksi penganiayaan.
“Proses hukum dan diusut sampai tuntas,” pinta Donatus.
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang memastikan pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan saat ini tengah melakukan pendalaman. Fokus penyelidikan yakni identifikasi pelaku serta mengungkap motif kekerasan tersebut.“Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujar Christian.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo, Leonardus Efendi, menilai insiden tersebut sangat disayangkan. Terlebih terjadi di wilayah ikon pariwisata Indonesia.
"Kami sangat menyayangkan aksi-aksi seperti ini (pengeroyokan dan provokasi). Hal ini jelas mencederai rasa aman bagi mitra pengemudi yang sedang bekerja," ujar Leonardus, Rabu, 15 April 2026.

Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo. (Istimewa)
Menurutnya, sebagai destinasi super prioritas, Labuan Bajo seharusnya menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Leonardus mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memastikan proses hukum berjalan sampai tuntas.
Selain penegakan hukum, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan transportasi di kawasan bandara, termasuk aturan yang berlaku di lapangan. Meski begitu, Leonardus mengapresiasi langkah cepat Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian yang telah melakukan mediasi untuk meredam situasi.
"Tujuan kita sama, ingin Labuan Bajo ini aman dan nyaman bagi siapa saja. Kami siap berkolaborasi untuk memastikan pelayanan terbaik bagi tamu yang datang," jelas dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com