Benteng Fort Rotterdam. (Dokumentasi/Wikipedia)
5 Wisata Sejarah Ini Simpan Cerita Kemerdekaan Indonesia
Silvana Febiari • 6 August 2026 10:51
Jakarta: Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), wisata sejarah bisa menjadi pilihan untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Indonesia memiliki berbagai destinasi bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Kementerian Pariwisata, berikut sejumlah tempat wisata sejarah yang menyimpan cerita penting tentang perjuangan Indonesia.
Tugu Proklamasi (Jakarta)
Tugu Proklamasi menjadi salah satu destinasi bersejarah yang tidak lepas dari momen kemerdekaan Indonesia. Lokasi ini dulunya merupakan rumah tinggal Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, tempat pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno didampingi Mohammad Hatta.Tugu Proklamasi dibangun di kompleks Taman Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Monumen ini diresmikan pada 17 Agustus 1972 oleh Menteri Penerangan saat itu, Budiardjo, dengan turut hadir mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Kemudian, Monumen Proklamasi diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto pada 17 Agustus 1980.
Tugu Proklamasi. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Rumah Rengasdengklok (Karawang)
Rumah Rengasdengklok menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa menjelang kemerdekaan Indonesia. Rumah milik Djiaw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa, ini menjadi lokasi ketika golongan muda membawa Soekarno dan Mohammad Hatta pada malam sebelum proklamasi.Peristiwa tersebut dilakukan untuk mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diumumkan dan menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang. Rengasdengklok dipilih karena saat itu dianggap aman dari kekuasaan Jepang.
Hingga kini, rumah tersebut masih menyimpan sejumlah peninggalan, termasuk kasur yang pernah digunakan Soekarno dan Hatta bersama keluarga. Rumah bersejarah ini masih dimiliki oleh keluarga Djiaw Kie Siong.

Rumah di Rengasdengklok. Foto: Disparbud Jabar
Hotel Majapahit (Surabaya)
Berada di pusat Kota Surabaya, Hotel Majapahit yang sebelumnya bernama Hotel Yamato menjadi saksi salah satu peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Hotel ini menjadi lokasi peristiwa perobekan bendera Belanda yang kemudian menjadi salah satu pemicu pertempuran besar di Surabaya pada 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Pengunjung dapat mengikuti tur sejarah di dalam hotel dengan durasi sekitar 30–40 menit. Dalam tur tersebut, pengunjung dapat mengenal kisah masa lalu hotel, arsitektur bergaya Art Deco, hingga sejumlah area bersejarah seperti Flag Terrace, koridor, dan suite yang pernah dikunjungi tokoh-tokoh dunia.

Majapahit Hotel Surabaya. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Benteng Fort Rotterdam (Makassar)
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh di tengah Kota Makassar. Benteng ini memiliki kaitan erat dengan keberadaan Kongsi Dagang Belanda (VOC) di Sulawesi.Pada masa lalu, Benteng Rotterdam berfungsi sebagai markas pertahanan, kantor perdagangan, hingga pusat pemerintahan Belanda di wilayah timur Indonesia.
Kini, benteng tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Makassar. Salah satu koleksi penting yang tersimpan di dalamnya adalah naskah La Galigo yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of The World.

Benteng Fort Rotterdam. (Dokumentasi/Wikipedia)
Rumah Pengasingan Bung Karno (Ende)
Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, memiliki kaitan erat dengan sejarah lahirnya Pancasila. Selama masa pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1934–1938, Bung Karno tinggal di rumah tersebut.Rumah Pengasingan Bung Karno menjadi tempat Bung Karno merenungkan gagasan tentang kebangsaan dan kebinekaan yang kemudian menjadi bagian penting dalam perumusan nilai-nilai Pancasila.
Karena nilai sejarahnya, Rumah Pengasingan Bung Karno ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional melalui Surat Keputusan Nomor 285/M/2014 pada 13 Oktober 2014.
Di dalam rumah tersebut, pengunjung masih dapat melihat berbagai peninggalan Bung Karno yang terawat, seperti ranjang, lemari, biola, lampu minyak, hingga peralatan masak.

Rumah Pengasingan Bung Karno. (Dokumentasi/ Indonesia Kaya)
Mengunjungi destinasi wisata sejarah menjadi salah satu cara untuk mengenang perjalanan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.