210 Personel Gabungan Kepung Kampung Ambon, Narkotika dan Senjata Tajam Disita

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

210 Personel Gabungan Kepung Kampung Ambon, Narkotika dan Senjata Tajam Disita

Muhammad Adyatma Damardjati • 15 October 2026 16:44

Jakarta: Sebanyak 210 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengepung Kampung Ambon atau Kampung Permata, Jakarta Barat. Dalam operasi skala besar ini, petugas meringkus tujuh orang beserta sejumlah barang bukti narkotika dan senjata tajam.

"Kami mengamankan tujuh orang totalnya yang (tes urinenya) positif, berikut barang buktinya ada beberapa klip diduga jenis sabu dan juga ada senjata tajam," ujar Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono, usai memimpin operasi di Jakarta Barat, Kamis, 15 Oktober 2026.

Temuan berbagai jenis senjata tajam di lokasi penggerebekan menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum. Petugas menduga kuat senjata tersebut sengaja disiapkan untuk menyerang balik petugas yang datang. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan lewat penyitaan.

"Dugaan ada untuk melakukan penyerangan, akan tetapi untuk mencegahnya kami amankan terlebih dahulu. Ke depan kami dari Direktorat Narkoba tentunya akan tetap melakukan penindakan secara acak dan prioritas," ungkap Yudo.

Penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menginterogasi salah seorang pihak yang diamankan dalam penggerebekan narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

Tindakan penyisiran Kampung Ambon ini sebagai langkah awal kepolisian menekan angka kriminalitas di lokasi rawan tersebut. Setelah area benar-benar bersih dari aktivitas peredaran narkoba, aparat akan mencari tahu akar permasalahan sosial warga agar kejahatan serupa tidak terus berulang.

"Kita harus laksanakan pembersihan terlebih dahulu, biar tahu apa sih yang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut. Otomatis yang penting bersih dulu dari sarang narkoba," kata Yudo.

Penggerebekan ini merupakan operasi penindakan ketiga yang dilakukan aparat gabungan secara beruntun dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Eskalasi patroli dan penertiban ini dipicu oleh rentetan gangguan keamanan dan aksi kekerasan yang sebelumnya sempat terjadi di sekitar kawasan permukiman tersebut.

(Siti Yona Hukmana)