Kapolri: Presiden Prabowo Konsisten Jadi Penengah Konflik Timur Tengah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan paparan di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Rubby Jovan.

Kapolri: Presiden Prabowo Konsisten Jadi Penengah Konflik Timur Tengah

Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 21:45

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagai penengah konflik di Timur Tengah. Di tengah memanasnya situasi global pasca-aksi saling serang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel, Indonesia terus mendorong terciptanya perdamaian dunia, termasuk kedaulatan penuh bagi Palestina.

“Bapak Presiden Prabowo berusaha untuk ikut melaksanakan peran sebagai negara non-blok, melaksanakan politik luar negeri bebas aktif untuk ikut mendamaikan peristiwa yang sudah terus-terus terjadi dan mendukung agar Palestina bisa menjadi negara yang berdaulat,” kata Listyo dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
 


Kapolri menilai eskalasi konflik yang meluas hingga ke luar jalur Gaza telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas global maupun domestik. Ketegangan di wilayah Teluk disebut telah memicu guncangan pada sendi-sendi kehidupan, terutama terkait rantai pasok energi dunia yang mulai terganggu.

“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak baik-baik saja. Eskalasi global berdampak terhadap sendi-sendi kehidupan, baik di tingkat global, regional, maupun dalam negeri,” kata Listyo.

Salah satu dampak nyata yang disoroti adalah kenaikan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz. Jalur vital tersebut terdampak langsung oleh konflik, sehingga memicu kekhawatiran bagi negara-negara yang mengandalkan impor energi untuk kebutuhan nasionalnya.

“Perdagangan minyak yang melewati Selat Hormuz terdampak, sehingga ini juga mengakibatkan guncangan, termasuk bagi negara-negara yang mengandalkan impor minyak,” ujar Listyo.


Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/py.


Guna mengantisipasi dampak yang lebih buruk, Listyo menyebut Presiden Prabowo secara intensif terus melakukan komunikasi diplomatik dengan pemimpin negara-negara di Asia dan Timur Tengah. Pemerintah berharap langkah-langkah diplomasi ini dapat mengendalikan eskalasi agar tidak mengganggu pencapaian tujuan nasional Indonesia.

“Kita semua tentunya menginginkan permasalahan global ini segera selesai. Pemerintah berupaya agar eskalasi yang terjadi tidak semakin memburuk dan tidak mengganggu tujuan nasional,” kata Listyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)