Emas Dunia Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Progres Damai AS-Iran

Emas batangan. Foto: whitegold.money

Emas Dunia Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Progres Damai AS-Iran

Husen Miftahudin • 23 June 2026 08:34

Chicago: Harga emas dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Senin waktu setempat di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan membaiknya sentimen risiko setelah kemajuan dalam pembicaraan damai antara AS dan Iran.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, naik 0,8 persen menjadi USD4.191,43 per ons. Sementara kontrak emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,9 persen ke level USD4.209,70 per ons.
 
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak menguat 0,3 persen menjadi USD65,1065 per ons, sedangkan platinum naik 0,6 persen ke posisi USD1.677,65 per ons.
 
Untuk logam industri, harga tembaga acuan di London Metal Exchange melemah 0,7 persen menjadi USD13.595 per ton. Sebaliknya, kontrak tembaga berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD6,3678 per pon.
 

Baca juga: Sinyal Bullish Menguat, Harga Emas Berpotensi Tembus USD4.256
 

Sikap hawkish The Fed jadi tekanan bagi emas

 
Pelaku pasar logam mulia masih mencerna kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang dinilai lebih agresif dibanding ekspektasi sebelumnya.
 
Pekan lalu, bank sentral AS merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) terbaru. Dalam proyeksi itu, setidaknya separuh anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tahun ini untuk mengantisipasi tekanan inflasi.
 
Proyeksi suku bunga atau dot plot juga menunjukkan perubahan arah kebijakan. Pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang mengarah pada dua kali pemangkasan suku bunga.
 
Bank of America pada Senin waktu setempat, juga menyatakan tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga The Fed hingga 2028. Kondisi suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pembicaraan damai AS-Iran perkuat sentimen risiko

 
Di sisi lain, perkembangan diplomasi antara AS dan Iran turut memengaruhi arah pasar. Harga minyak melanjutkan tren penurunan setelah Washington melaporkan kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Teheran serta memastikan Selat Hormuz kembali terbuka.
 
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran saat menghadiri KTT G7 di Prancis pekan lalu.
 
Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon, serta pembukaan periode negosiasi selama 60 hari untuk menyusun perjanjian damai permanen.
 
Dalam kerangka tersebut, Selat Hormuz dibuka kembali tanpa biaya tambahan, sementara Iran menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi berlangsung.

(Husen Miftahudin)