Rupiah Bergerak ke Level Rp16.894/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Rupiah Bergerak ke Level Rp16.894/USD

Ade Hapsari Lestarini • 19 February 2026 17:44

Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan pasar uang di Jakarta, Kamis, bergerak turun 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.894 per USD dari sebelumnya Rp16.884 per USD.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.925 per USD dari sebelumnya Rp16.884 per USD.
 

Risalah pertemuan The Fed


Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi rilis risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada Januari.

"Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve menyoroti perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut masih diperlukan," ungkap dia dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Secara umum, para pembuat kebijakan di The Fed sepakat risiko inflasi tetap cenderung ke atas, tetapi berbeda pendapat tentang seberapa ketat kebijakan yang harus diterapkan dan berapa lama suku bunga harus tetap tinggi.


Ilustrasi. Foto: dok MI.
 

Para pedagang telah menurunkan ekspektasi mereka terkait penurunan suku bunga Fed tahun ini. Meskipun kontrak berjangka dana Fed masih menunjukkan penurunan kemungkinan terjadi pada Juni.

"Investor sekarang menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026, indikator inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang kebijakan moneter," ujar Ibrahim.
 

Ketegangan AS-Iran


Sentimen lain berasal dari ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dengan AS. Dalam konteks ini, Presiden AS Donald Trump mengancam penggunaan kekuatan militer apabila diplomasi tak berhasil menghentikan program nuklir Iran.

"Peningkatan aktivitas militer dan angkatan laut di Teluk telah memperkuat persepsi pasar tentang kerentanan pasokan," kata dia.

Pada saat yang sama, lanjut dia, sedikit kemajuan dalam upaya perdamaian Rusia-Ukraina memperkuat risiko keamanan yang lebih luas dan harapan akan pelonggaran sanksi terhadap ekspor energi Rusia memudar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)