Dolar AS Ambruk, 'Terinjak-injak' 6 Mata Uang Utama Dunia

Dolar AS. Foto: dok MI.

Dolar AS Ambruk, 'Terinjak-injak' 6 Mata Uang Utama Dunia

Husen Miftahudin • 23 December 2025 08:50

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah inflasi yang menurun dan data ketenagakerjaan yang beragam.

Mengutip Xinhua, Selasa, 23 Desember 2025, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,32 persen menjadi 98,287.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1755 dari USD1,1724 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris bertambah menjadi USD1,3458 dari USD1,3391 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS diperdagangkan pada 156,92 yen Jepang, lebih rendah dari 157,51 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,7918 franc Swiss dari 0,7946 franc Swiss.

Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3747 dolar Kanada dari 1,3786 dolar Kanada. Dolar AS juga turun menjadi 9,2396 krona Swedia dari 9,2556 krona Swedia.
 

Baca juga: Dolar AS Masih Perkasa


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Sentimen risiko pasar memainkan peran kunci


Dolar AS bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir, dipengaruhi oleh dua kekuatan utama secara bersamaan. Pertama, pasar telah menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap suku bunga AS. Perubahan ini terlihat pada imbal hasil obligasi AS dan secara langsung memengaruhi dolar AS.

Kedua, pergerakan mata uang utama di dalam indeks, terutama euro dan yen, juga memengaruhi indeks dolar AS (DXY) karena bobotnya yang besar.

Secara keseluruhan, sentimen risiko pasar memainkan peran kunci. Di AS, data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan dan sinyal ketenagakerjaan yang beragam mengurangi daya tarik imbal hasil dolar AS yang lebih tinggi. Di Eropa, Bank Sentral Eropa mengambil sikap kebijakan yang relatif tegas, yang mendukung euro dan mendorong indeks dolar AS turun.

Pada saat yang sama, Bank Sentral Jepang berkomunikasi dengan hati-hati bahkan setelah menaikkan suku bunga. Hal ini menyebabkan yen melemah, yang membantu mendukung dolar AS di beberapa wilayah.

Akibatnya, indeks dolar AS telah stabil dalam kisaran yang sempit, dengan kekuatan yang berlawanan saling menyeimbangkan daripada mendorong pergerakan naik atau turun yang jelas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)