Grafik pergerakan harga bitcoin. Foto: Forbes.com
Bitcoin Turun ke USD77.132,6 setelah Melejit 25% pada Agustus
Husen Miftahudin • 3 September 2026 08:59
New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat dan memperpanjang penurunan setelah mencatatkan penguatan hampir 25 persen sepanjang Agustus. Sentimen terhadap aset berisiko tertekan oleh kembali memanasnya konflik Amerika Serikat (AS)-Iran serta ketidakpastian arah suku bunga.
Mengutip Investing.com, Kamis, 3 September 2026, harga bitcoin turun 0,2 persen menjadi USD77.132,6. Pada Agustus, aset kripto terbesar di dunia tersebut melonjak hampir 25 persen.
Namun, momentum penguatan bitcoin berlanjut ke September. Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah imbal hasil obligasi pemerintah meningkat dan aktivitas militer AS-Iran kembali berlangsung sehingga mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.
Tekanan terhadap bitcoin sedikit tertahan oleh aksi pembelian baru dari Strategy, salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar. Perusahaan tersebut kembali membeli bitcoin untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Namun, aksi pembelian tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat harga bitcoin di tengah tekanan dari kondisi makroekonomi dan geopolitik.
Konflik AS-Iran tekan aset kripto
AS dan Iran kembali melancarkan serangan udara pada Selasa malam ketika kedua negara masih berselisih terkait Selat Hormuz. Kedua pihak juga belum menunjukkan indikasi kuat untuk meredakan ketegangan.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak Iran, sedangkan Teheran memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap pangkalan AS di negara-negara Teluk di sekitarnya.
Konflik tersebut mendorong kenaikan tajam harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi yang berasal dari sektor energi secara global. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di Jepang, Australia, AS, dan Eropa turut menambah tekanan terhadap aset berisiko.
Pelaku pasar kini meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada September. Salah satu faktor yang menjadi perhatian ialah tingkat inflasi yang masih berada di atas target tahunan bank sentral sebesar 2 persen.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin. Penguatan pasar kripto sepanjang Agustus sebelumnya turut didukung penurunan imbal hasil obligasi.
Kini, perhatian investor beralih ke data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pada Jumat. Data tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar tenaga kerja yang tetap kuat dapat memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Harga terbaru aset-aset kripto
Sejumlah aset kripto lainnya bergerak beragam pada perdagangan Rabu setelah mencatatkan penguatan sepanjang Agustus.
- Ether, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 1,2 persen menjadi USD2.384,54.
- XRP bergerak relatif datar di USD1,3447.
- Solana melemah 0,3 persen.
- BNB menguat 0,8 persen.
- Cardano naik 1,6 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 0,3 persen.
- Token $TRUMP merosot 3,6 persen.