Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Saham Teknologi AS Berguguran, Nasdaq Boncos hingga 2,15%
Husen Miftahudin • 17 October 2026 07:39
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat, tertekan aksi jual saham teknologi dan lonjakan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 17 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 175,28 poin atau 0,34 persen ke level 52.002,41. Indeks S&P 500 terkoreksi 84,62 poin atau 1,09 persen menjadi 7.659,44. Sementara itu, Nasdaq Composite anjlok 572,99 poin atau 2,15 persen ke posisi 26.140,03.
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona positif. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,47 persen, diikuti sektor utilitas yang tumbuh 1,4 persen.
Sebaliknya, sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,54 persen. Sektor layanan komunikasi juga melemah 2,45 persen. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan terhadap saham-saham teknologi dan pertumbuhan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Sepanjang pekan perdagangan, kinerja ketiga indeks utama AS bergerak bervariasi. Nasdaq Composite terkoreksi 4,5 persen dalam lima sesi perdagangan, sekaligus mengakhiri tren kenaikan selama sebulan dan mencatat kinerja mingguan terburuk sejak akhir Juni.
Indeks S&P 500 juga turun 1,95 persen secara mingguan. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average masih membukukan kenaikan 0,7 persen sepanjang pekan.
Baca Juga :
Saham AS Bangkit, Dow Jones Menguat hingga 1,08%
Ketidakpastian suku bunga Fed berlanjut
Ketidakpastian arah kebijakan moneter masih membayangi Wall Street setelah data indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) AS pada awal pekan melampaui perkiraan.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai kemungkinan perubahan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan berikutnya pada akhir Oktober atau Desember. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok, Thailand. "Ini babak baru di Fed, dan kami tidak lagi terlibat dalam bisnis itu," kata Warsh.
Setelah pernyataan tersebut, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed akhir Oktober menurun. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan sebesar 17 persen, turun dari 28 persen pada Kamis.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: iStock)
Emiten teknologi ambruk
Di pasar saham, CoreWeave, perusahaan infrastruktur komputasi awan untuk kecerdasan buatan (AI), kembali mengalami tekanan setelah sempat pulih pada perdagangan Kamis. Pergerakan saham perusahaan tersebut dibayangi kekhawatiran investor terhadap tingkat leverage dan kewajiban utangnya.
Sementara itu, kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven melemah rata-rata sekitar 2 persen. Saham Tesla turun 2,13 persen setelah peluncuran mobil sport listrik Roadster terbarunya.
Ke depan, musim publikasi laporan keuangan perusahaan untuk kuartal III 2026 diperkirakan semakin ramai pada pekan berikutnya. Sejumlah perusahaan besar, termasuk Tesla, Netflix, dan Meta Platforms, dijadwalkan merilis laporan keuangan triwulanan.
Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut akan menjadi salah satu perkembangan yang dicermati investor di tengah tekanan saham teknologi dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga AS.