Ilustrasi, emas batangan. Foto: sempsajp.com
Harga Emas Dunia Tertekan Aksi Jual Obligasi dan Penguatan Dolar
Husen Miftahudin • 3 October 2026 08:15
Chicago: Harga emas dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat waktu setempat. Tekanan kembali terjadi di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), sementara laporan ketenagakerjaan yang lemah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 3 Oktober 2026, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.145,78 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka naik 0,3 persen menjadi USD4.174,59 per ons. Secara mingguan, harga emas spot turun 3,3 persen, sedangkan emas berjangka terkoreksi 3,4 persen.
Adapun, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan jumlah pekerjaan nonpertanian bertambah 29 ribu pada September 2026. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan 89 ribu dan menjadi pertumbuhan bulanan paling lambat sepanjang tahun ini.
Jumlah pekerjaan nonpertanian pada Juli dan Agustus juga direvisi turun dengan total 60 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2 persen pada September dari 4,1 persen pada Agustus. Data tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober turun menjadi sekitar 23 persen. Sebaliknya, peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di sekitar 77 persen.
Ekspektasi kenaikan suku bunga juga menurun sejak awal pekan setelah indikator inflasi pilihan The Fed menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan dan mengalami moderasi dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, angka inflasi utama sebesar 3,4 persen masih berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Pasar menanti data inflasi AS
Perkembangan kebijakan moneter The Fed masih menjadi perhatian pelaku pasar emas. Data indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) September akan menjadi salah satu indikator yang dinantikan pasar untuk melihat arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Keputusan kebijakan moneter The Fed dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Di sisi lain, tekanan di pasar obligasi AS sempat mereda setelah laporan ketenagakerjaan dirilis seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, aksi jual kembali terjadi pada perdagangan berikutnya.
Penurunan ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed membantu obligasi berjangka pendek yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga. Imbal hasil Treasury dua tahun turun 2,9 basis poin sepanjang pekan.
Sebaliknya, obligasi jangka panjang masih menghadapi tekanan. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik 10,3 basis poin, sedangkan imbal hasil Treasury 30 tahun meningkat 12,9 basis poin.
Pada Kamis, imbal hasil Treasury 10 tahun dan 30 tahun masing-masing menyentuh level tertinggi sejak 1 April 2002 dan 20 Mei 2002. Pergerakan pasar obligasi tersebut turut mendukung penguatan dolar AS sepanjang pekan. Penguatan dolar kemudian memberikan tekanan terhadap harga emas.