Tito Gelontorkan Rp64 Miliar untuk Daerah Berprestasi

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan sambutan pada kegiatan malam penganugerahan apresiasi pemerintah daerah berprestasi regional Papua di Kota Jayapura. Foto: ANTARA/Ardiles Leloltery

Tito Gelontorkan Rp64 Miliar untuk Daerah Berprestasi

Fachri Audhia Hafiez • 23 June 2026 08:32

Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada kepala daerah berprestasi di Papua. Pemberian apresiasi ini sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah.

"Penghargaan ini untuk memotivasi kepala daerah supaya bisa terjadi iklim kompetitif untuk maju tetapi juga memberikan gambaran tentang banyak kepala daerah di Papua yang berprestasi," kata Tito di sela kegiatan malam penganugerahan apresiasi pemerintah daerah berprestasi regional Papua 2026 di Kota Jayapura, dilansir Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
 



Menurut Tito, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp64 miliar sebagai Dana Insentif Daerah (DID) bagi daerah yang mendapatkan penghargaan pada empat kategori yang dinilai. Yakni, penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, creative financing (pembiayaan kreatif), penurunan tingkat pengangguran, dan pengendalian inflasi.

"Anggaran Rp64 miliar telah dikucurkan kepada daerah berprestasi dan dana itu akan disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) untuk digunakan oleh kepala daerah untuk kegiatan kemasyarakatan," ujar Tito.

Tito menjelaskan pihaknya berharap dengan adanya penghargaan ini semua kepala daerah di Tanah Papua semakin termotivasi. Khususnya untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat.

"Sehingga, diharapkan ke depan semua kepala daerah di Tanah Papua berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan dana insentif fiskal," kata Tito.


Mendagri Tito Karnavian. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Dia berharap para kepala daerah yang menerima dana insentif fiskal agar betul-betul digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. "Kepala daerah yang menerima penghargaan dan anggaran ini ke depan tidak bermasalah dengan hukum," ujar Tito.

(Fachri Audhia Hafiez)