Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Melampaui Ekspektasi, Tingkat Pengangguran Stabil

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Melampaui Ekspektasi, Tingkat Pengangguran Stabil

Eko Nordiansyah • 5 September 2026 08:45

Washington: Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat (AS) pada Agustus jauh melampaui ekspektasi, menurut data pemerintah yang dirilis pada Jumat, 4 September 2026. Sementara angka payroll (jumlah pekerja dalam daftar gaji) untuk Juni dan Juli mengalami revisi naik yang signifikan.

Laporan tersebut mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja di tengah inflasi yang masih tinggi dan sulit turun, sehingga mendorong para pedagang untuk meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter pada akhir bulan ini. 

Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada tanggal 16 September naik menjadi sekitar 58 persen setelah data tersebut dirilis, dari sebelumnya sekitar 52 persen.

Dilansir dari Investing, Sabtu, 5 September 2026, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, total nonfarm payrolls meningkat sebesar 162 ribu pada Agustus, jauh lebih tinggi dibandingkan angka perkiraan sebesar 55 ribu. Tingkat pengangguran tetap tidak berubah di angka 4,1 persen. 

Sementara itu, total nonfarm payrolls untuk bulan Juni dan Juli secara gabungan tercatat 55 ribu lebih tinggi daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Lonjakan jumlah pekerja ini didorong oleh penambahan 59 ribu lapangan kerja di sektor layanan makanan dan tempat minum, jauh di atas rata-rata penambahan bulanan sebesar 12 ribu selama tahun sebelumnya. 

Sektor pendidikan pemerintah daerah menambah 42. ribu lapangan kerja bulan lalu, yang sebagian besar memulihkan penurunan pada bulan Juli dan menunjukkan sedikit perubahan bersih sejak Januari 2025. Lapangan kerja di sektor manufaktur melanjutkan tren kenaikan dengan penambahan 16 ribu pekerjaan, serta mencatat kenaikan total 58 ribu sejak titik terendah baru-baru ini pada Desember 2025.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Laporan ketenagakerjaan ini muncul di saat suku bunga sedang mendapat sorotan ketat di tengah situasi yang rumit bagi The Fed. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) telah bertahan di atas target jangka panjang sebesar dua persen selama 65 bulan berturut-turut, memicu perdebatan di dalam Federal Open Market Committee (FOMC) mengenai arah kebijakan moneter di masa depan.

Meskipun FOMC mempertahankan suku bunga kebijakan utama tetap stabil pada bulan Juli, tiga presiden bank sentral regional menyatakan keberatan atas langkah tersebut dan sejak saat itu secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga. 

Bahkan, Ketua Fed Kevin Warsh menunjukkan sikap yang sangat hawkish dalam pidato utamanya di konferensi Jackson Hole pekan lalu.

Di sisi lain, anggota FOMC lainnya yang memiliki hak suara, seperti Presiden Fed New York John Williams dan Gubernur Christopher Waller, melontarkan komentar yang jauh lebih dovish pada pekan ini.

Gejolak di pasar obligasi

Menjelang rilis data nonfarm payrolls bulan Agustus, pasar obligasi AS khususnya telah mencerminkan kekhawatiran yang meningkat bahwa Fed tertinggal dalam menangani inflasi, dengan imbal hasil obligasi berjangka waktu lebih panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. 

Kekhawatiran mengenai penerbitan utang yang tidak berkelanjutan oleh perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta membengkaknya utang fiskal AS juga turut membebani sentimen pasar.

Aksi jual di pasar pendapatan tetap (fixed-income) sempat mendorong Departemen Keuangan AS untuk turun tangan bulan lalu guna meredam lonjakan imbal hasil, namun intervensi tersebut hanya memberikan dampak yang minim.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) kembali naik setelah laporan ketenagakerjaan dirilis, terutama pada instrumen berjangka waktu lebih pendek yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga. 

Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun terakhir tercatat naik 5,5 basis poin menjadi 4,389 persen, sementara imbal hasil acuan tenor 10 tahun naik 2,2 basis poin menjadi 4,784 persen. Di sisi lain, kontrak berjangka (futures) Wall Street bergerak turun di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.

(Eko Nordiansyah)