Foto Sawahlunto Tahun 1912 Lengkapi Dokumentasi Sejarah Pertambangan

Peneliti Belanda Serahkan Foto 1912 untuk Perkuat Sejarah Sawahlunto. (ANTARA/HO-Dinas Kebudayaan Sawahlunto)

Foto Sawahlunto Tahun 1912 Lengkapi Dokumentasi Sejarah Pertambangan

Silvana Febiari • 24 September 2026 17:08

Sawahlunto: Peneliti geografi sekaligus penulis asal Belanda, Dick Rozing, menyerahkan dua foto fisik berukuran besar kepada Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Foto yang disebut diproduksi pada 1912 itu akan menambah dokumentasi visual sejarah pertambangan di Kota Sawahlunto.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto Rahmat Gino mengatakan kedua foto memperlihatkan lanskap kota pada masa lalu, termasuk aktivitas pengangkutan batu bara menggunakan tenaga kuda.

"Kita simpan di museum, pada event yang sesuai akan dipamerkan. Dokumentasi visual ini penting dalam memperkuat referensi sejarah pertambangan Sawahlunto," kata Rahmat, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026. 


Menurut dia, keberadaan kedua foto menambah dokumentasi mengenai kondisi Sawahlunto pada masa lalu yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan pameran.

Menurut Rozing, foto tersebut diperolehnya di Belanda dari keluarga seorang koleganya dan disebut diproduksi pada 1912. Salah satunya menampilkan lanskap Sawahlunto, sementara foto lainnya memperlihatkan pengangkutan batu bara menggunakan tenaga kuda.

Penyerahan foto dilakukan dalam rangkaian kunjungan Rozing bersama rombongan ke sejumlah peninggalan sejarah di Sawahlunto, antara lain museum, kompleks pemakaman Belanda, dan rumah bekas kepala tambang Ijzerman.


Peneliti Belanda Serahkan Foto 1912 untuk Perkuat Sejarah Sawahlunto. (ANTARA/HO-Dinas Kebudayaan Sawahlunto)


Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan Pemerintah Kota Sawahlunto terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak yang relevan untuk melengkapi dokumentasi sejarah. Khususnya yang berkaitan dengan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Kelengkapan dokumentasi tersebut diperlukan untuk menjaga pengetahuan mengenai sejarah pertambangan batu bara Ombilin dan warisan yang ditinggalkannya bagi generasi berikutnya.

Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto akan menyimpan kedua foto tersebut di museum. Foto itu juga akan dipamerkan pada kegiatan yang sesuai agar dokumentasi sejarah tersebut dapat dikenal lebih luas.

(Silvana Febiari)