Kasus Alvaro, Saksi Sempat Takut Lapor ke Polisi

Saksi pelapor bernama Muhammad Reza (kemeja putih) mendatangi rumah duka anak laki-laki, Alvaro Kiano Nugroho, 6. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Kasus Alvaro, Saksi Sempat Takut Lapor ke Polisi

Fachri Audhia Hafiez • 26 November 2025 05:01

Jakarta: Saksi pelapor Muhammad Reza, 46, mengaku baru berani melapor ke polisi terkait kasus pembunuhan anak laki-laki, Alvaro Kiano Nugroho, 6. Dia takut dan tak paham detail kasusnya.

"Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya enggak mengerti detailnya," kata Reza kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 25 November 2025.
 


Reza mengaku belum mengerti kronologi maupun inti kasus pembunuhan tersebut. Lebih lanjut, Reza mengaku sebagai majikan dari asisten rumah tangga (ART) berinisial I yang memiliki anak inisial N.

N menceritakan kepada ibunya, bahwa teman sekolahnya yang merupakan keponakan pelaku, mengetahui adanya kejadian pembunuhan itu. "Saksi diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari tersangka yang berusia 16 tahun," ucap Reza.

Dari keterangan saksi itu, Reza semakin merasa kasihan usai melihat unggahan kakek Alvaro di Instagram. Hingga akhirnya, dia mulai mengumpulkan bukti untuk berani melapor kepada Polsek Pesanggrahan.

Adapun laporan itu berupa keterangan saksi yang mengaku mengetahui aksi yang dilakukan oleh tersangka pembunuhan, Alex Iskandar (AI).

"Ya, laporan ada kejadian bahwa om saya melakukan pembunuhan terhadap anak. Anaknya siapa? Ditunjukkan di media sosial, ini loh anaknya namanya Alvaro Kiano Nugroho," ucap Reza.


Alvaro Kiano Nugroho. Foto: Dok. Polsek Pesanggrahan.

Di sisi lain, kepolisian juga melakukan penyembuhan trauma atau trauma healing bagi keluarga mendiang Alvaro. Pendampingan itu bertujuan menstabilkan emosional dan psikis pihak keluarga. Kepolisian memastikan terus melakukan pendampingan tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Sebelumnya, kepolisian mengungkap pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki tersebut yang bernama Alex Iskandar (AI). Alex diketahui menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan sempat berencana untuk bercerai.

Polisi menemukan Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu dalam kondisi meninggal dunia. Alex ditangkap pada Rabu malam, 19 November 2025. 

Polisi juga mengungkap motif pembunuhan Alvaro, yakni karena ayah tirinya itu cemburu dengan sang istri. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Fachri Audhia Hafiez)